Alasan ke Senayan, Mulai ‘Chemistry’ Hingga Istikamah Bela Islam

Ketua DPRA Tgk Muharuddin yang berasal dari Partai Aceh, Senin (16/7) di Gedung Utama DPRA menyatakan kepada wartawan

Alasan ke Senayan, Mulai ‘Chemistry’ Hingga Istikamah Bela Islam
Tgk Muharuddin 

Ketua DPRA Tgk Muharuddin yang berasal dari Partai Aceh, Senin (16/7) di Gedung Utama DPRA menyatakan kepada wartawan bahwa dirinya sudah mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota (bacaleg) DPR RI dari Partai Nasdem untuk daerah pemilihan (dapil) II dari Aceh Tamiang Bireuen.

Muharuddin menyatakan, ia memilih Partai Nasdem sebagai kendaraan politik untuk meraih kursi anggota DPR RI dalam pemilu legislatif 17 April 2019, karena ia nilai merasa cocok, aman, dan nyaman bersama Partai Nasdem. “Kalau orang bercinta, ada chemistry-nya,” ungkap Muharuddin.

Tgk Abdullah Saleh, politisi Partai Aceh yang kini menjabat Ketua Badan Legislasi DPRA menyatakan, sudah mendaftarkan diri sebagai bacaleg DPR RI dari Partai Gerindra.

Ketua Banleg DPRA itu mengatakan, ia memilih Partai Gerinda sebagai kendaraan untuk menuju Senayan. Pertama, didasari Partai Gerindra selama ini sudah bermitra baik dengan PA. Jadi, kesetiaan kader Partai Gerindra di daerah untuk memenangkan calegnya bisa meraih kursi di DPR RI, dari dapil I Aceh, mulai Pijay sampai Aceh Barat dan lainnya, cukup besar serta tak perlu diragukan lagi.

Perjuangan Partai Gerindra dalam kancah politik dan pembangunan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia sudah diakui publik. Partai ini sangat responsif dan peduli dengan kesusahan masyarakat kecil. “Jadi, tidak salah kalau saya memilihnya untuk melanjutkan perjuangan PA di kancah perpolitikan nasional gunakan Partai Gerindra,” ujar Abdullah Saleh.

Azhari Cagee yang mencalonkan diri sebagai bacaleg DPR RI dari Partar Bulan Bintang (PBB) kepada Serambi mengatakan, ia mencalonkan diri sebagai bacaleg DPR RI dari PBB, karena ia nilai PBB adalah partai yang istikamah membela Islam dan kepentingan umat.

Aceh, kata Azhari Cagee, dalam pelaksanaan pemerintahannya sudah komit dengan pelaksanaan syariat Islam. Asas pelaksanaan pemerintahan di Aceh linear atau selaras dengan perjuangan PBB tersebut, makanya ia mendaftar sebagai bacaleg DPR RI melalui PBB.

Kecuali itu, Ketua Umumnya, Prof Dr Yusri Ihza Mahendra, pengacara terkenal di tingkat nasional, bersedia membela untuk mempertahankan UUPA, kekhususan dan keistimewaan Aceh.

Ada beberapa kali gugatan yang diajukan untuk mempertahakan isi dari UUPA itu, Prof Yusril, selaku Ketua Umum PBB-lah yang menjadi penasihat hukum/pengacaranya. “Kita selalu menang di Mahkamah Kostitusi. Dan yang lebih penting lagi, kami merasa aman dan nyaman bersama PBB,” ujarnya.

Azhari Cagee berharap, bersama PBB ia bisa menjaga, mengawal, dan memperjuangkan UPPA agar benar benar bisa dijalankan seluruhnya sebagai kekhususan Aceh.

Ketika ditanya wartawan apakah anggota legislatif dari PA yang telah mendaftar menjadi bacaleg parnas harus mengundurkan diri dari anggota partai dan anggota legislatif? Ketua DPRA, Tgk Muharuddin mengatakan, tidak harus mundur.

Status PA, kata Muharuddin, adalah partai lokal. Jadi, kalau ada kader dan politisinya mau mencalonkan diri sebagai bacaleg DPR RI harus menggunakan kendaraan partai politik nasional dan sifatnya afiliasi. Kader dan anggota legislatif dari parlok bebas memilih parnas yang diinginkannya, asalkan parnasnya mau menerima.

\Tapi untuk kader dan anggota legislatif antarparnas, jika ia ingin naik ke DPR RI harus mengundurkan diri lebih dulu dari partainya. Itu sudah menjadi persyaratan di KIP/KPU. Contohnya Murdani, anggota DPRA dari PPP ingin mencalonkan diri sebagai bacaleg DPR RI dari PBB.

“Beliau harus mengajukan surat pengunduran diri terlebih dahulu dari partainya. Kabarnya beliau sedang memproses surat tersebut,” ujar Muharuddin. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help