Kupi Beungoh

Beratnya Medan Dakwah di Bumi Mentawai, Sumatera Barat

Islam di Kepulauan Mentawai masih sangat lemah, karena minimnya dai menetap yang berdakwah di sana.

Beratnya Medan Dakwah di Bumi Mentawai, Sumatera Barat
IST
Penulis, Arif Zidni sedang mengajarkan Alquran kepada anak-anak dan kaum ibu di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Ramadhan 1439 H/2018 M. 

Oleh Arif Zidni*)

KABUPATEN Kepulauan Mentawai adalah salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Sumatera Barat, Indonesia.

Kabupaten ini terdiri dari 4 kelompok pulau utama yang berpenghuni yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan.

Selain itu masih ada beberapa pulau kecil lainnya yang berpenghuni namun sebagian besar pulau yang lain hanya ditanami dengan pohon kelapa.

Kepulauan Mentawai yang terkenal dengan nama Bumi Sikerei didominasi oleh warga nonmuslim.

(Baca: BREAKING NEWS: Gempa 8,3 SR Guncang Mentawai Berpotensi Tsunami)

(Baca: Kisah Peselancar Australia Rob Henry yang Menemukan Jati Diri di Antara Suku Mentawai)

(Baca: Tribun Network Resmikan Sekolah di Pulau Terpencil Mentawai)

Dikutip dari Wikipedia, kepulauan yang memiliki luas 6.011,35 km2 ini didiami oleh 85.348 jiwa (data tahun 2015).

Sebanyak 53.01 persen penduduk Kepulauan Mentawai menganut Kristen Protestan, Katolik sebanyak 25.77%, Islam 21.21%, dan Hindu 0.01%.

Ada beberapa instansi dan yayasan muslim yang bergerak untuk mendakwahkan Islam di kepulauan tersebut, salah satunya adalah Yayasan Muslim Peduli Mentawai (YMPM) yang sudah berjalan sejak tahun 2010.

Pada Ramadhan tahun ini (1439H/2018M), YMPM mengirim 150 dai yang ditempatkan di pedalaman Kepulauan Mentawai.

“Para dai ini didatangkan dari berbagai daerah untuk menyemarakkan Ramadhan serta membimbing para muallaf,” ungkap Ustaz Muhammad Shiddiq Al Minangkabawi, Ketua Yayasan Muslim Peduli Mentawai.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help