Tafakur

Memilih Wakil Rakyat

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara- saudaramu menjadi wali jika

Memilih Wakil Rakyat

Oleh: Jarjani Usman

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara- saudaramu menjadi wali jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim” (QS: At-Taubah: 23).

Menjelang pemilihan umum, banyak orang mengajukan diri agar dipilih sebagai wali atau wakil rakyat. Tentunya ini hal wajar, karena setiap orang berhak untuk memilih dan dipilih. Namun demikian, rakyat pemilih perlu berhati-hati dalam menentukan pilihan, agar tidak terjebak dalam dosa.

Apalagi ada orang yang biasanya gemar menunjukkan sikap angkuh dan suka mengambil hak orang lain, namun saat mencalonkan diri berusaha menunjukkan diri sebagai orang baik. Kalau terpilih, ia besar kemungkinan akan kembali ke perangai buruknya. Memilihnya berarti membantu kesombongan dan kejahatan. Perangai buruk akan berpeluang terjadi lagi, karena sudah terbuka peluang besar untuk berkuasa dan sebelumnya telah pernah sukses berkali-kali melakukannya.

Kalau orang baik dan bertakwa, walaupun ia bukan wakil rakyat tetap baik dan amanah. Ada rasa takut kepada Allah bila melakukan perbuatan-perbuatan terlarang. Dengan demikian, bila ingin memperbaiki negeri, sangat penting memilih orang baik. Bahkan berdosa memilih orang tak baik untuk berkuasa, sedangkan orang-orang baik masih ada.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved