Petani dan Pelajar Ditangkap

Seorang petani bersama seorang pelajar ditangkap oleh aparat kepolisian Polres Gayo Lues (Galus)

Petani dan Pelajar Ditangkap
Shutterstock
Ilustrasi pencurian 

* Bobol Mess Mahasiswa Unsyiah di SDN Pining

BLANGKEJEREN - Seorang petani bersama seorang pelajar ditangkap oleh aparat kepolisian Polres Gayo Lues (Galus) pada Minggu (15/7) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Keduanya bersama satu tersangka lainnya membobol mess mahasiswa Unsyiah di SDN Pining yang sedang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat (KPM) atau juga disebut KKN.

Kasus tersebut terjadi pada Sabtu (14/7) dinihari, sekitar pukul 03.30 WIB atau saat para mahasiswa itu sedang tertidur lelap di mess SDN 1 Pining. Seusai mengetahui ada barang yang hilang, para mahasiswa yang berjumlah 11 orang langsung melaporkan ke Polsek Pining dan Polres Galus keesokan hariny atau Minggu (15/7) pagi.

Dari 11 mahasiswa, empat mahasiswa kehilangan barang berupa tiga buah hanphone dan uang tunai senilai Rp 450.000. Pelaku dilaporkan merusak kunci jendela untuk masuk dan mengambil barang milik korban yakni Muzaimah (21) asal Lada Mutiara Timur (Pidie), Intan Mutiara (21) asal Cut Kota kecamatan Kuala (Bireuen), Mella (21) asal Rambong Mutiara Timur (Pidie) dan Cut Atirah Ayuna (20) asal Lampeudeu (Pidie).

Kapolres Galus AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama, Senin (16/7) mengatakan setelah melakukan penyidikan dan pengembangan kasus pencurian barang milik mahasiswa KKN di Pining, petugas langsung dikerahkan. “Dua tersangka berhasil ditangkap dan satu pelaku lagi masuk dalam daftar pencarian orang dengan identitas sudah diketahui,” jelas Eko.

Dikatakan, kedua pelaku pencurian di mess SDN 1 Pining yang ditangkap tersebut yakni Abdi Sulmansyah (22) petani Pining dan remaja berinisial RHM (16) seorang pelajar, juga warga Pining. “Kini kedua tersangka pencurian tersebut telah diamankan di sel Mapolres Galus guna penyelidikan lebih lanjut,” sebutnya.

Sebelumnya, Bupati Galus, Muhammad Amru memberi arahan kepada mahasiswa Unsyiah banda Aceh yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat (KPM) atau juga disebut kuliah kerja nyata (KKN) di wilayah yang dipimpinya.

Amru berharap mahasiswa yang tersebar di 11 kecamatan dapat membantu program pembangunan pemerintah kabupaten.

Hal itu disampaikannya di hadapan seratusan mahasiswa Unsyiah Banda Aceh yang juga mengikuti upacara gabungan pembukaan TMMD ke-102 di lapangan SMPN1 Kutapanjang, Selasa (10/7). “Apabila mahasiswa yang tersebar di 145 desa di 11 kecamatan mendapat kendala, agar segera melaporkan kepada dosen pembimbing untuk disampaikan kepada pemkab dan pihak rektorat,” sebutnya.

Bupati mengatakan, kehadiran mahasiswa Unsyiah Banda Aceh di Galus dengan jumlah 2.122 orang diharapkan mampu membawa perubahan kepada desa di tempat melaksanakan tugas. “Pemkab Galus sangat bangga dengan kehadiran mahasiswa yang melakukan KKN ini, sehingga dapat membantu program kepala daerah,” sebut Bupati Muhammad Amru.(c40)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved