Plt Gubernur belum Tahu Siapa yang Akan Lantik KIP

Pelantikan anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh periode 2018-2023 direncanakan dilangsungkan

Plt Gubernur belum Tahu Siapa yang Akan Lantik KIP
NOVA IRIANSYAH

BANDA ACEH - Pelantikan anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh periode 2018-2023 direncanakan dilangsungkan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (17/7) hari ini. Namun, belum diketahui siapa yang akan melantik, apakah Mendagri atau Plt Gubernur Aceh.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang ditanyai wartawan seusai mengajukan dokumen bacaleg DPRA dari Partai Demokrat ke KIP Aceh, Senin (16/7) mengatakan belum mengetahui pasti siapa yang akan melantik anggota KIP Aceh terpilih.

Menurutnya, Kemendagri bersama Pemerintah Aceh sedang mengkaji dasar hukumnya. “Pelantikan sedang berproses, dasar hukumnya sedang dikaji. Biro Hukum Pemerintah Provinsi dan Asisten I (Setda Aceh) sekarang, barusan saya telepon sedang berada di ruang Biro Hukum Kemendagri. Mudah-mudahan ini bisa diselenggarakan secepatnya,” kata Nova.

Nova mengaku belum pasti dirinya yang akan melantik anggota KIP Aceh hasil rekrutmen DPRA. “Belum pasti. Kepastian hanya milik Allah,” jawabnya sekilas.

Sebelumnya diberitakan pelantikan anggota KIP akan dilakukan oleh Plt Gubernur Aceh di hadapan Mendagri, Tjahjo Kumolo di Kemendagi, Jakarta.

Di sisi lain, sejak kemarin anggota KIP Aceh terpilih sudah mengantongi undangan pelantikan yang dilaksanakan pada Selasa (17/7) pukul 14.00 WIB. Pada kop undangan tertulis dari Gubernur Aceh, bukan Mendagri.

Pada undangan tersebut juga tidak disebutkan siapa yang akan melantik, tetapi hanya tertulis tempat pelantikan di Sasana Bhakti Praja Gedung C Lantai 3 Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Undangan itu ditandatangani oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Adapun mereka yang akan dilantik adalah Samsul Bahri, Munawarsyah, Akmal Abzal, Ranisah, Tharmizi, Muhammad, dan Agusni AH. Mereka menggantikan anggota KIP lama, yaitu Ridwan Hadi, Basri M Sabi, Hendra Fauzi, Junaidi, Fauziah Intan, Robby Syah Putra, dan Muhammad karena masa jabatannya berakhir pada 25 Mei 2018.

Sedianya, ketujuh anggota KIP Aceh ini sudah dilantik pada 24 Mei 2018, namun terkendala lantaran Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf sebelum tersangdung kasus dugaan suap, tidak mau melantik karena berbenturan dengan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan di Aceh.

Pada Pasal 58 ayat 1 qanun itu disebutkan: Dalam hal masa kerja KIP Aceh atau KIP Kabupaten/Kota berakhir, sedangkan tahapan pemilu atau pemilihan sedang berjalan, maka masa jabatannya diperpanjang sampai dengan berakhirnya seluruh tahapan pemilu atau pemilihan.

Di sisi lain, DPRA menilai qanun ini tidak relevan lagi digunakan dan berbenturan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Ketika Gubernur Irwandi sedang menghadapi kasusnya di KPK, pelantikanpun segera dilakukan meskipun kewenangan melantik ada di tangan Gubernur Aceh sebagaimana diatur dalam UUPA.

Asisten I Setda Aceh, Dr M Jafar SH MHum yang sedang di Jakarta saat dikonfirmasi Serambi, Senin (16/7) malam mengatakan pelantikan anggota KIP Aceh tetap akan dilaksanakan oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Secara logika hukum, katanya, Plt wajib melaksanakan semua kewenangan Gubernur.

“Menurut UUPA pelantikan memang dilakukan oleh gubernur, ketika gubernur berhalang ditunjuk Plt Gubernur. Plt Gubernur berwenang melaksanakan semua tugas gubernur, jadi itu tugas Gubernur. Di surat penugasan Plt Gubernur juga disebutkan melaksanan urusan pemerintahan dan hal-hal lain yang dianggap perlu,” katanya.

Jangankan hanya pelantikan yang bersifat seremonial, lanjutnya, membentuk dan mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) dan menetapkan APBA saja bisa dilaksanakan oleh Plt Gubernur. “Mana lebih strategis seremonial pelantikan anggota KIP dengan menetapkan APBA. Kalau secara logika hukum itu lebih strategis dibandingkan seremonial,” katanya.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help