Pemilik Rumah Jalan Pari Terima Telepon dan SMS Pelaku, Begini Ancamannya

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, Ridwan sempat mengangkat telepon telepon pelaku misterius itu.

Pemilik Rumah Jalan Pari Terima Telepon dan SMS Pelaku, Begini Ancamannya
SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI
Capture video anggota tim penjinak bom Polda Aceh berada di Jalan Pari, Lampriek, Banda Aceh, Rabu (18/7/2018). 

Laporan Misran Asri I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ridwan (51) pemilik rumah di Jalan Pari Nomor 6, Gampong Bandar Baru (Lampriek), Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, sempat menerima telepon dan pesan singkat (sms) dari pelaku, Rabu (18/7/2018) sore.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, Ridwan sempat mengangkat telepon telepon pelaku misterius itu.

Dalam pembicaraanya itu pelaku mengatakan telah mengirim paket bom ke rumah korban di Jalan Pari.

Lalu, pada telepon kedua, korban memilih me-reject (menolak telepon) dan di waktu yang sama, tersangka yang belum teridentifikasi ini mengirim pesan singkat, kurang lebih mengancam 'bom akan diledakkan, karena remot kontrolnya ada padanya'.

Baca: Diterpa Isu Bom, Kondisi Jalan Pari Mulai Normal

Pelaku teror itu juga meminta sejumlah uang tebusan.

Mengetahui hal itu, Ridwan pun merasa gusar, sesaat setelah menerima telepon dari istrinya di rumah yang mengatakan ada kiriman paket.

Selain istri, anak dan ibunya juga ada di rumahnya di Jalan Pari Lampriek.

Tanpa berpikir panjang, korban pun menghubungi kepolisian, termasuk informasi dugaan bahan peledak itu diterima cepat oleh Tim Jibom Satuan Brimob Polda Aceh yang langsung bergerak ke lokasi.

Paket misterius di dalam kardus dan dilakban hitam itu pun diledakkan (disposal)di lokasi. Lalu, komponen yang ada di paket diduga bom itu dibawa oleh Tim Jibom.

Baca: VIDEO - Warga Lampriek Dihebohkan Kiriman Paket Diduga Bom

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH yang dihubungi Serambinews.com mengakui kalau Ridwan sempat menerima telepon dan sms bernada ancaman dari dugaan pelaku teros.

"Tim Jibom sedang bekerja memastikan apa itu bom atau bukan. Anak-anak juga sedang menyelidiki pelaku teror tersebut. Sejauh ini kita belum bisa pastikan apa itu bom atau bukan, karena belum ada keterangan resmi dari Tim Jibom. Berikan kesempatan kami bekerja, Insya Allah kalau ada perkembangan akan kami kabari," pungkas Kombes Trisno. (*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved