BI, Kodam IM, dan Lemhanas Bahas Ketahanan Ekonomi

Pihak Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh bersama Kodam Iskandar Muda (IM) serta peserta Studi Strategis

BI, Kodam IM, dan Lemhanas Bahas Ketahanan Ekonomi
Kepala BI Provinsi Aceh, Z Arifin Lubis, menyampaikan materi dalam diskusi mengenai kondisi perekonomian nasional dan Aceh serta tantangan dan peluangnya di Makodam IM, Selasa (17/7).

BANDA ACEH - Pihak Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh bersama Kodam Iskandar Muda (IM) serta peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Lemhanas RI melakukan diskusi mengenai kondisi perekonomian nasional dan Aceh serta tantangan dan peluangnya di Makodam IM, Selasa (17/7). Acara ini turut dihadiri Pangdam IM, Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin serta unsur pimpinan Kodam IM.

Pada kesempatan itu, Kepala BI Provinsi Aceh, Z Arifin Lubis, menyebutkan ada tiga prinsip kemandirian ekonomi, yaitu bebas dari ketergantungan pada ekonomi negara lain, membangun ekonomi yang berorientasi pada kemakmuran rakyat, dan menentang dominasi ekonomi asing dan penjajahan. “Ketahanan ekonomi yang tidak stabil dapat mengguncang ketahanan nasional. Ekonomi nasional pada triwulan I-2018 tumbuh 5,06 % lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang tumbuh 5,19 %,” kata Z Arifin Lubis, seperti dikutip dalam siaran pers pihak BI Provinsi Aceh yang dikirim kepada Serambi seusai acara itu.

Padahal, menurutnya menilik potensi ekonomi Indonesia sendiri sebenarnya masih banyak yang bisa digali, mulai dari letak geografis yang strategis, sumber daya yang melimpah, bonus demografi hingga kenaikan peringkat dari lembaga rating internasional yang menunjukkan kondisi Indonesia layak untuk menjadi tempat berinvestasi.

Sejalan dengan kondisi perekonomian nasional, pertumbuhan ekonomi Aceh pada triwulan I-2018 tercatat menurun dibandingkan triwulan sebelumnya dengan tingkat inflasi yang masih dalam kisaran target nasional. Kinerja perekonomian Aceh secara umum masih tumbuh 3,43% (yoy), melambat dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 3,58% (yoy).

“Dengan alokasi APBN terbesar di Sumatera serta kekayaan alam (kelautan, pertanian, dan pertambangan) dan pariwisata yang begitu melimpah, Aceh memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan serta dapat berperan dalam mengatasi salah satu permasalahan utama ekonomi Indonesia, yaitu defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit) Indonesia. Selain itu, Aceh memiliki potensi lainnya yaitu kualitas SDM yang cukup baik, tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia yang berada di atas rata-rata nasional dan tingkat ketimpangan di bawah rata-rata nasional,” kata Z Arifin Lubis. Selanjutnya, dalam rangka menjaga ketahanan ekonomi Aceh, Arifin berharap kebijakan strategis dapat dilaksanakan secara terfokus dengan memanfaatkan momentum pertumbuhan dan menjaga ketahanan ekonomi.

Hal ini dapat tercapai apabila didukung dengan sinergi antar institusi yang baik.Dari kegiatan diskusi tersebut, diharapkan peserta SSDN Lemhanas RI yang merupakan unsur pimpinan dari berbagai lembaga/institusi dapat memperoleh informasi yang cukup komprehensif mengenai kondisi perekonomian Aceh, sebagai referensi dalam penyusunan kajian maupun pengambilan kebijakan di tingkat nasional, khususnya yang menyangkut dengan Provinsi Aceh. (rel/sal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help