Palestina

Khan al-Ahmar akan Tetap Menjadi Tanah Palestina

Sare juga berterima kasih kepada semua orang yang mendukung perlawanan terhadap upaya Israel untuk mengusir penduduk daerah itu.

Khan al-Ahmar akan Tetap Menjadi Tanah Palestina
ANADOLU AGENCY/ISSAM RIMAWI
Anak-anak Palestina menggelar demonstrasi untuk mendukung orang-orang Badui Palestina yang tinggal di Khan al-Ahmar setelah pemerintah Israel memutuskan untuk menghancurkan rumah-rumah orang-orang Badui Palestina di wilayah Khan al-Ahmar Yerusalem pada 16 Juli 2018. 

SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Dusun Badui Palestina Khan al-Ahmar di Tepi Barat yang diduduki akan tetap menjadi tanah Palestina, seorang wanita muda Palestina yang telah ditahan oleh pemerintah Israel mengatakan Selasa.

Dilansir Serambinews.com Kamis (19/7/2018) dari Anadolu Agency, Sare yang berusia sembilan belas tahun, pada 5 Juli diseret dengan paksa di tanah di Khan al-Ahmar oleh pasukan Israel.

Tentara Zionis itu mencabut paksa jilbab dari kepala gadis kecil ini.

Namun kemudian, gadis muda ini dibebaskan setelah ditahan dalam tahanan selama sekitar dua minggu. Video dan foto-foto kejadian itu menjadi viral di media sosial.

"Saya tidak melakukan kejahatan apa pun untuk dibawa ke tahanan. Saya hanya mencoba melindungi rumah dan tanah air saya," katanya kepada Anadolu Agency, Rabu (18/7/2018).

(Baca: Warga Beureunuen Sumbang Rp 63,3 Juta untuk Palestina)

Sare juga berterima kasih kepada semua orang yang mendukung perlawanan terhadap upaya Israel untuk mengusir penduduk daerah itu.

Pada tanggal 5 Juli, buldoser Israel menghancurkan sejumlah tenda dan bangunan lain di Khan al-Ahmar, yang memicu bentrokan dengan penduduk setempat.

Ada 46 komunitas Badui tersebar di seluruh Yerusalem Timur yang diduduki Israel dihuni oleh sekitar 3.000 penduduk.

Warga Palestina menggelar demonstrasi untuk mendukung orang-orang Badui Palestina yang tinggal di Khan al-Ahmar setelah pemerintah Israel memutuskan untuk menghancurkan rumah-rumah orang-orang Badui Palestina di wilayah Khan al-Ahmar Yerusalem pada 16 Juli 2018.
Warga Palestina menggelar demonstrasi untuk mendukung orang-orang Badui Palestina yang tinggal di Khan al-Ahmar setelah pemerintah Israel memutuskan untuk menghancurkan rumah-rumah orang-orang Badui Palestina di wilayah Khan al-Ahmar Yerusalem pada 16 Juli 2018. (ANADOLU AGENCY/ISSAM RIMAWI)

(Baca: Pemukim Yahudi Bentrok dengan Polisi Israel, Protes Pembongkaran 15 Rumah Ilegal di Tanah Palestina)

(Baca: Gus Yahya Kunjungi Israel, CEO AMI Group Beri Bukti Kutukan Kemenlu Palestina)

Berdasarkan perjanjian Oslo 1995 antara Israel dan Palestina, Tepi Barat dibagi menjadi zona A, B, dan C. Otoritas administratif dan keamanan daerah A diberikan kepada Palestina sementara administrasi daerah B diberikan kepada Palestina tetapi keamanannya kepada Israel, sementara di daerah C, baik pemerintah maupun otoritas keamanan pergi ke Israel.

Khan al-Ahmar terletak di area C.

Sementara itu, komunitas Badui 700-orang di desa Abu Nuwar, juga terletak di daerah C, telah menolak untuk pergi meskipun ancaman terus menerus dan tekanan dari otoritas Israel.(Anadolu Agency)

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved