Warga Protes Lapak Daging Depan SMP 9

Warga Peunayong, Banda Aceh dan orang tua/wali pelajar SMPN 9 Banda Aceh, memprotes keberadaan lapak daging

Warga Protes Lapak Daging Depan SMP 9
BEKAS lapak daging meugang milik Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Banda Aceh di halaman depan SMPN 9 hingga kini belum dibuka. Foto direkam Rabu (18/7). 

BANDA ACEH - Warga Peunayong, Banda Aceh dan orang tua/wali pelajar SMPN 9 Banda Aceh, memprotes keberadaan lapak daging di depan sekolah tersebut. Pasalnya, hingga Rabu (18/7), bekas lapak daging meugang milik Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Banda Aceh masih dibiarkan di tempat itu.

Protes tersebut dilakukan karena keberadaan lapak itu dinilai menggangu keindahan dan mengusik kenyamanan orang tua pelajar SMP itu saat menjemput anaknya pulang sekolah. “Biasanya kami bisa parkir di jalan setapak depan SMP. Tapi, sejak ada bekas lapak daging meugang ini, kami kesulitan memarkir sepeda motor. Sebab, di seberang jalan umumnya tempat parkir mobil,” kata Mahmuddin, Orangtua Pelajar SMPN 9 Banda Aceh, kepada Serambi, kemarin.

Menurutnya, bekas lapak daging berbahan baja beratap seng milik pemerintah itu tak seharusnya dibiarkan berada di sana. Di samping tidak terawat, dikhawatirkan satu persatu rangkang daging akan hilang. “Meugang Hari Raya sudah berlalu sebulan. Tapi, lapak bekas jualan daging masih dibiarkan di sini. Kalau hilang, baru panik dan ada pihak-pihak yang disalahkan,” tambah Iskandar, warga setempat.

Khairul, orang tua pelajar SMP 9 lainnya juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, rangkang bekas lapak daging itu seharusnya cepat dibuka dan diamankan. “Saya yakin lapak daging itu cukup mahal harganya karena berbahan baja. Harusnya dibuka agar tak ada bagian yang hilang. Kalau dibuka, kan bisa digunakan lagi pada momen-momen lain untuk jualan daging,” pungkasnya.

Seorang Guru SMPN 9 Banda Aceh yang ditanyai hal itu menjelaskan keberadaan bekas lapak daging meugang itu sudah pernah disampaikan kepada petugas instansi terkait.

Tapi, hingga kini tidak direspons. “Kami malas berurusan,” ujar guru yang minta namanya tak ditulis.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help