DPRA Minta Jalan Kaway Diperbaiki

Pimpinan dan anggota DPRA meninjau jalan provinsi di Kaway XVI, Aceh Barat yang bermasalah karena tidak kunjung

DPRA Minta Jalan Kaway Diperbaiki
WAKIL Ketua DPRA, Sulaiman Abda didampingi anggota DPRA, Zuriat Suparjo melihat proyek jalan di Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat yang dibiayai dana Otsus 2017, karena diduga dikerjakan asal-asalan. Foto direkam Kamis (19/7). 

MEULABOH - Pimpinan dan anggota DPRA meninjau jalan provinsi di Kaway XVI, Aceh Barat yang bermasalah karena tidak kunjung diaspal kembali oleh rekanan, Kamis (19/7). DPRA meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh untuk segera mengaspalnya.

“Sudah kami sampaikan ke Plt Gubernur dan Kadis di Banda Aceh. Dalam sebulan ini sudah harus diaspal,” kata Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda kepada wartawan di Meulaboh kemarin didampingi anggota DPRA Zuriat Suparjo dan Ketua Partai Golkar Aceh Barat Kamaruddin.

Di lokasi itu, Sulaiman Abda turut diterima puluhan warga dari tiga desa di Kecamatan Kaway XVI meliputi Meunasah Rambot, Alue Ons, dan Putim. Menurut Sulaiman Abda persoalan jalan tersebut sudah disampaikan dalam paripurna DPRA baru-baru ini dan akan ditinjaklanjuti oleh Plt Gubernur Aceh serta Kadis PUPR.

“Kami sudah sampaikan. Dalam sebulan ini kita pastikan akan diaspal,” katanya. Dia sebutkan persoalan jalan tersebut sudah menjadi perhatian Pemerintah Aceh bahwa apa pun yang terjadi jalan itu harus diaspal. Apalagi menyangkut dampak buruk yang dialami masyarakat seperti debu dan adanya lubang di badan jalan yang setiap hari dilintasi masyarakat.

Sementara itu anggota DPRA Zuriat Suparjo menegaskan persoalan jalan tersebut sudah menjadi perhatian panitia khusus (Pansus) DPRA baru-baru. Bahkan sudah disampaikan ke Pemerintah Aceh untuk segera ditindaklanjuti.

“Harapan kita dalam sebulan ini sudah diperbaiki,” katanya. Ketua Partai Golkar Aceh Barat Kamaruddin menyebutkan persoalan jalan ini sudah berkali-kali disampaikan ke Pemerintah Aceh agar diperbaiki.

“Warga kini mengeluh debu yang sangat mengganggu, karena itu warga berharap segera diaspal,” ujar Kamaruddin.

Eli Agusnaidi, warga setempat ketika pertemuan dengan anggota dewan menyatakan banyak kalangan yang sudah turun meninjau jalan ini. “Jangan biarkan penderitaan kami terus berlarut,” harapnya.

Menurut amatan Serambi kemarin, jalan provinsi Meulaboh-Geumpang di Kaway XVI, Aceh Barat hingga masih diblokir warga dengan meletakkan kayu di sepanjang jalan empat kilometer tersebut.

Jalan tersebut beberapa pekan lalu sempat ditutup. Namun kembali dibuka setelah adanya surat perjanjian akan segera diaspal. Seperti terlihat kemarin jalan tersebut mengalami kerusakan, namun hingga kemarin belum juga diperbaiki atau diaspal kembali.

Jalan tersebut sebelumnya dibangun menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2017 senilai Rp 5,7 miliar.

Sementara itu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas PUPR Aceh T Rendra yang dikonfirmasi Serambi mengaku jalan tersebut tetap akan diperbaiki dengan mengaspal kembali. Bahkan setiap waktu pihak PUPR mengingatkan rekanan agar memperbaiki kembali jalan itu.

“Mohon doa. Kita berharap tetap diperbaiki,” kata Rendra kepada Serambi, Kamis (12/7). Ia menyebutkan saat ini proyek jalan itu sedang diperiksa oleh Polda Aceh. Pihak rekanan sedang dipanggil untuk dimintai keterangan termasuk dirinya. Namun sebelumnya soal jalan tersebut juga pernah diperiksa oleh Kejari Aceh Barat.

“Artinya kita berharap perbaikan tetap dilakukan. Untuk masa pemeliharan masih ada waktu hingga akhir tahun 2018 ini,” jelasnya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved