Polres Tangkap Lima Penjudi Online

Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menertibkan segala jenis penyakit masyarakat

Polres Tangkap Lima Penjudi Online
IST
Pemateri berbicara pada FGD yang membahas maraknya judi online di Langsa, Jumat (22/6/2018). FGD ini dilaksanakan oleh Pemerintahan Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa. 

IDI-Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menertibkan segala jenis penyakit masyarakat untuk mewujudkan Aceh Timur yang bermartabat. Salah satu penyakit sosial yang diberantas tersebut adalah judi online, dengan menangkap sejumlah pelaku. “Tidak ada toleransi terkait masalah judi apa pun. Kami aparat kepolisian berkomitmen untuk menegakkan hukum, dan menertibkan segala bentuk penyakit masyarakat di Aceh Timur,” jelas Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, didampingi Kasat Reksrim, AKP Erwin Satrio, dan Kapolsek Julok Ipda Eko Hadianto, dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Timur, Jumat (20/7).

Kapolres Aceh Timur mengatakan, penertiban penyakit masyarakat ini untuk mewujudkan Aceh Timur yang bermartabat dalam bingkai penerapan Syariat Islam yang kaffah. Karena itu, jelas Kapolres, untuk mewujudkan ketertiban di Aceh Timur, perlu kerja sama yang baik antara masyarakat dengan Polres Aceh Timur. “Mohon kerja samanya. Sekecil pun informasi dari masyarakat tetap akan kita tindaklanjuti,” jelas Kapolres.

Seperti pada Rabu 18 Juli 2018, jelas Kapolres, jajaran Polres Aceh Timur berhasil mengamankan lima pelaku judi online dari dua tempat yaitu tiga pelaku diamankan dari salahsatu warnet di Kecamatan Idi Rayeuk, dan dua pelaku diamankan Petugas Polsek Julok dari kecamatan setempat.

Ketiga pelaku yang diamankan di Idi Rayeuk, jelas Kapolres, dua orang terdiri atas ZA dan TAF. Mereka merupakan pemain judi online jenis SBOBET, sedangkan F berperan sebagai penjaga warnet.

Selanjutnya, dua tersangka yang diamankan Polsek Julok yakni, MW, dan NR, diamankan saat keduanya sedang bermain judi online jenis Poker. Sebelum bermain judi online para tersangka mentransfer sejumlah uang kepada agen menggunakan ATM.

“Kelima tersangka saat ini telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Mereka dipersangkakan dengan Pasal 18 jo Pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, dengan ancaman 12 kali uqubat cambuk atau denda 120 gram emas murni,” jelas Kapolres.

Aktivitas perjudian di Aceh Timur selama ini, kata Kapolres, sudah sangat meresahkan masyarakat dan mencederai penerapan Syariat Islam yang berlaku di Aceh. Selain itu, juga karena minimnya informasi kepada polisi, sehingga membuat aktivitas perjudian selama ini berjalan langgeng. (c49)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved