Viral Medsos

Bule Norwegia Nikahi Gadis Aceh Utara Viral di Medsos, Ini Penjelasan Ayah Kandung Dara Baro

Prosesi lamar dan pernikahan berlangsung di Norwegia. Jarand meminang Syahira dengan mahar 30 mayam emas plus uang Rp 30 juta.

Bule Norwegia Nikahi Gadis Aceh Utara Viral di Medsos, Ini Penjelasan Ayah Kandung Dara Baro
KOLASE SERAMBINEWS.COM/IST
Pasangan Jarrand Haris Prestvik Vandvik dan Syahira Muliatul Syarifuddin, melangsungkan pesta pernikahan secara adat Aceh di kawasan Desa Mancang Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Minggu (22/7/2018). 

Keduanya (Jarrand Haris dan Syahira Muliatul) melangsungkan pesta pernikahan (walimah) secara adat Aceh di kawasan Desa Mancang Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Minggu (22/7/2018).

“Prosesi lamar dan pernikahan berlangsung di Norwegia. Jarand melamar anak saya dengan mahar 30 mayam emas plus uang Rp 30 juta. Proses pernikahan berlangsung secara Islam. Karena Jarrand sudah memeluk agama Islam,” ujar Syarifuddin ayah kandung Syahira kepada Serambinews.com.

(Baca: Semaraknya Walimatul ‘Urusy Warga Aceh di Eropa, Darabaro Warga Norwegia Linto dari Swedia)

(Baca: Di Norwegia, Cuti Hamil Satu Tahun)

Pasangan Jarrand Haris Prestvik Vandvik dan Syahira Muliatul Syarifuddin melangsungkan pernikahan di Stavanger, Norwegia, April 2018.
Pasangan Jarrand Haris Prestvik Vandvik dan Syahira Muliatul Syarifuddin melangsungkan pernikahan di Stavanger, Norwegia, April 2018. (Instagram/Syarifuddin3s)

Disebutkan, dirinya bersama keluarga dari linto baro (Jarand) sudah sebulan berada di Kecamatan Samudera, Aceh Utara untuk persiapan perkawinan.

“Jadi kami adakan pesta perkawinan di Aceh, supaya semua saudara dan teman-teman saya dan istri saya dapat hadir untuk bersilaturahmi, karena kami sudah 20 tahun di Norwegia,” ujar ayah tiga anak tersebut.

Kalau dilangsungkan di Norwegia, kemungkinan banyak anggota keluarga yang tidak bisa hadir karena jauh.

Ketika ide melaksanakan pesta di Aceh disampaikan kepada pihak keluarga Jarand, mereka menyambut baik.

“Bahkan mereka menangis saat prosesi tersebut karena terharu dengan ramainya undangan yang hadir,” ujarnya.

Sebab biasanya, kalau di Norwegia, jumlah undangan yang hadir terbatas dan anak-anak tidak ikut memeriahkan prosesi, seperti halnya di Aceh.

“Meskipun anak-anak kami lahir di Norwegia, tapi mereka sangat fasih bahasa Aceh, kemudian bahasa Norwegia dan Bahasa Inggris, sehingga tak ada kendala berkomunikasi dengan keluarga di Aceh ketika pesta,” kata Syarifuddin.

Keluarga pria asal Norwegia dan gadis asal Aceh foto bersama pada resepsi pernikahan di Aceh Utara, Minggu (22/7/2018).
Keluarga pria asal Norwegia dan gadis asal Aceh foto bersama saat pernikahan di Stavanger, Norwegia, 30 April 2018. (INSTAGRAM)

(Baca: Anak-anak Aceh Belajar Quran di Norwegia)

(Baca: Majelis Taklim Sirul Mubtadin Aceh Sudah Terbentuk di Malaysia dan Norwegia)

Keluarga Syarifuddin Ahmad dan Mulinar Muhammad Amin, foto bersama usai pernikahan putrinya, Syahira Muliatul Syarifuddin dan Jarrand Haris Prestvik Vandvik, di Stavanger, Norwegia, April 2018.
Keluarga Syarifuddin Ahmad dan Mulinar Muhammad Amin, foto bersama usai pernikahan putrinya, Syahira Muliatul Syarifuddin dan Jarrand Haris Prestvik Vandvik, di Stavanger, Norwegia, April 2018. (Instagram/Syarifuddin3s)
Halaman
123
Penulis: Jafaruddin
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help