Tafakur

Tanah Sudut

ika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya

Tanah Sudut

Oleh: Jarjani Usman

“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak salih yang selalu mendoakan orang tuanya” (HR. Muslim).

Kesempatan berbuat baik dan memperoleh pahala berkelanjutan selalu terbuka peluang. Seperti mengikhlaskan sedikit tanah sudut untuk kemudahan berbelok para pengguna jalan, termasuk diri sendiri.

Kalau dihitung, luas tanah yang disedekahkan untuk kebaikan bersama itu tidak banyak, mungkin hanya 1 atau 2 meter persegi. Di wilayah tertentu, harganya Rp 1 juta per meter atau katakanlah Rp 5 juta. Bila dijual pun, uang yang diperoleh tak cukup untuk kebutuhan hidup berbulan-bulan. Walaupun tak banyak harganya, tak sedikit orang yang keberatan menyededekah tanah yang sedikit itu untuk kehidupan akhiratnya.

Padahal pahalanya luar biasa. Ada pahala sedekah jariyah, yang terus mengalir, walaupun yang menyedekahkannya sudah meninggal dunia. Pahala ini sangat dibutuhkan setiap orang. Dan bahkan menjadi penyesalan setelah kematian bagi orang-orang yang punya lahan tapi tak sempat menyedekahkannya semasa hidupnya.

Karena itu, sebelum sakaratul maut datang tiba-tiba, ada baiknya memikirkan kembali kesempatan mendulang pahala berkelanjutan ini. Memang membujuk diri sendiri kadangkala berat, tetapi itu penting dilakukan untuk kebaikan diri di masa depan

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help