Tafakur

Berhaji Karena Allah

Bukan setahun dua tahun menunggu giliran untuk menunaikan ibadah Haji. Karena itu, bagi yang sudah memperoleh

Berhaji Karena Allah

Oleh: Jarjani Usman

“Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun” (QS. An-Nisa’: 36).

Bukan setahun dua tahun menunggu giliran untuk menunaikan ibadah Haji. Karena itu, bagi yang sudah memperoleh kesempatan besar itu perlu melaksanakannya dengan niat mencari ridha Allah, bukan mempersekutukannya dengan yang lain. Apalagi memang berhaji itu menyangkut dengan kekayaan dan juga gelar, yang bisa membuat niat suci terkotori.

Kekayaan harta benda telah banyak menenggelincirkan manusia ke jurang berdosa. Karena merasa memiliki banyak uang, tak sedikit orang yang merasa ujub, merasa diri lebih mulia dan lebih pintar dikalangan manusia.

Demikian dengan gelar haji, yang seakan-akan begitu saja diperoleh dari Allah begitu menunaikan ibadah Haji. Padahal ibadah Haji ada yang diterima Allah (mabrur), ada juga yang ditolak (mardud). Lebih-lebih bila harta yang digunakan tidak halal.

Tak ada orang yang tahu pasti haji seseorang diterima Allah atau ditolak, kecuali dengan cara menerka-nerka dari adanya perubahan perilaku pada diri seseorang. Misalnya, setelah berhaji menjadi lebih taat beribadah, menjadi senang bila bisa membantu orang lain, menjadi lebih kuat komitmennya untuk menetapi kebenaran dan kehalalan, dan sejumlah perubahan dalam kebaikan lain.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help