BKPRMI Agara Sorot Pemkab

Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh Tenggara memberi sorotan terhadap

BKPRMI Agara Sorot Pemkab
SERAMBINEWS.COM
Tuak 

* Maksiat belum Juga Berhasil Diberantas

KUTACANE - Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh Tenggara memberi sorotan terhadap Pemkab Agara. Hal itu akibat masih merajalelanya perbuatan maksiat, mulai dari kedai miras, perjudian sampai Muslimah tanpa jilbab belum juga berhasil diberantas instansi terkait, bahkan dinilai masih sulit dituntaskan.

Ketua BKPRMI Agara, Sukarman, kepada Serambi, Selasa (24/7) mengaku kecewa dengan pemkab yang belum juga berhasil memberantas perbuatan maksiat. Dia menilai tindakan yang dilakukan instansi terkait pada Ramadhan lalu hanya ‘gertak sambal’.

Dia menjelaskan sebelumnya sudah ada kedai tuak yang dirazia hingga ditutup, tetapi kemudian tetap berjualan secara sembunyi-sembunyi pada bulan Ramadhan. Ditambahkan, saat ini kedai tuak yang dulunya ditutup alias nyaris tidak dibuka lagi, sudah kembali dibuka dan tidak ada penindakan dari aparat penegak hukum.

Sukarman mengatakan sudah banyak contoh tidak baik pada perbuatan maksiat, seperti meminum tuak, bahkan ada yang sampai menghilangkan nyawa orang lain di lapak tuak dan kecelakaan lalul intas. “Maksiat masih bebas dan terkesan miras sudah menjadi tradisi daerah ini yang juga diberlakukan Qanun Syariat Islam,” ujarnya.

Tetapi, dia yakin, jika Muspida Plus bersatu untuk memberantas kedai tuak atau perbuatan maksiat lainnya pasti. Dia mengkhawatirkan generasi muda bakal terbawa arus perbuatan maksiat, karena pengaruh lingkungan dan kesempatan yang luas dari pembiaran melanggar Syariat Islam.

“Buktinya, saat ini, remaja tidak segan-segan lagi berduaan atau berbuat mesum di kafe-kafe atau pondok-pondok sejumlah objek wisata,” katanya. Menurut Sukarman, solusi untuk mengantisipasi generasi muda dari pengaruh maksiat maupun narkoba, maka Pemkab Agara harus mengelar pengajian rutin di masjid-masjid atau meunasah desa.

Dia berharap, dai perbatasan dari provinsi yang bertugas memberantas buta aksara Quran di daerah terpencil, juga diharapkan ikut membantu pemberantasan perbuatan maksiat. Salah satunya, melalui pendidikan agar terus mencintai Quran dan tetap melaksanakan shalat berjamaah di masjid-masjid atau meunasah desa.

Dilansir sebelumnya, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh Tenggara (Agara) menyatakan perjudian dan minuman keras masih marak, khususnya di kecamatan.

Ketua BKPRMI Agara, Rabu (27/6/2918) mengatakan kedai penjual minuman tuak dan perjudian sudah berulangkali diberantas oleh aparat kepolisian, termasuk pemain judi diamankan. Tetapi, katanya, usai lebaran Idul Fitri 1439 H, kedai tuak dan perjudian mulai bermunculan lagi.

Dia mencontohkan, kedai tuak dan perjudian bertebaran di Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Babul Makmur, Semadam dan kecamatan lainnya. Dia berharap, aparat keamanan dan Pemkab Agara untuk kembali menggelar razia pemberantasan miras dan perjudian. “Saya harap, maksiat harus terus diberantas,” kata Sukarman.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Gugun Hardi Gunawan melalui Kasat Reskrim, Iptu Kabri, mengatakan, pihaknya sebelumnya juga telah perintahkan seluruh jajaranya melalui Polsek-Polsek untuk memberantas kedai miras maupun perjudian di wilayah masing-masing.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved