Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Ternak, Jaksa Tahan Kepala DKPP Lhokseumawe

Ketiga tersangka langsung ditahan di Rutan Kajhu dengan status tahan jaksa selama 20 hari, terhitung 26 Juli-14 Agustus 2018.

Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Ternak, Jaksa Tahan Kepala DKPP Lhokseumawe
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Kejaksaan Negeri Lhokseumawe menahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan ternak pada Pemerintah Kota Lhokseumawe, di Rutan Kajhu Banda Aceh, Kamis (26/7/2018), dengan status sebagai tahanan jaksa.

Ketiganya langsung ditahan oleh jaksa, setelah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe di Kejati Aceh.

Salah satu tersangka yang ditahan adalah Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian (DKPP) Lhokseumawe berinisial MR.

Kajari Lhokseumawe, M Ali Akbar, membenarkan telah menerima ketiga tersangka dan barang bukti di Kejati.

Usai proses serahterima, ketiga tersangka langsung ditahan di Rutan Kajhu dengan status tahan jaksa selama 20 hari, terhitung 26 Juli-14 Agustus 2018.

“Kita lakukan tahap dua berupa penyerahan tersangka dan barang bukti di Kejati dan tersangka pun ditahan di Rutan Kajhu untuk mempermudah proses sidang di PN Tipikor Banda Aceh,” pungkas M Ali Akbar.

Baca: Masih Ada Mantan Napi Korupsi Terdaftar Sebagai Bacaleg DPRK Abdya, KIP Enggan Komentari, Kenapa?

Baca: VIDEO - Massa APAH Minta KPK Usut Tuntas Kasus Korupsi di Bener Meriah

Baca: Berkas Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Ternak di Lhokseumawe Telah Lengkap

Untuk diketahui, Pemko Lhokseumawe melalui DKPP setempat memplot dana Rp 14,5 miliar dalam APBK tahun 2014 untuk pengadaan ternak berupa lembu.

Selanjutnya, lembu tersebut dibagikan pada puluhan kelompok masyarakat di Kota Lhokseumawe.

Namun, pada akhir tahun 2015, pihak kepolisian menemukan adanya indikasi korupsi, sehingga mulai melakukan penyelidikan.

Sehingga ditemukan data adanya dugaan kalau pengadaan sejumlah lembu adalah fiktif.

Pada pertengahan Juni 2017 lalu, penyidik meningkatkan status kasus ini dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Selanjutnya, menetapkan tiga tersangka, yakni DH (47) sebagai Pejabat Pengadaan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), IM (43) sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan MR Kepala DKPP Lhokseumawe.

Kerugian negara pada kasus ini, sesuai hasil audit BPKP mencapai Rp 8,168 miliar.(*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved