Ulama Serukan Shalat Khusuf

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA mengimbau umat Islam

Ulama Serukan Shalat Khusuf

* Menandai Gerhana Bulan pada 28 Juli

BANDA ACEH - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA mengimbau umat Islam untuk melaksanakan shalat khusuf gerhana bulan yang sebaiknya dilakukan pada awal waktu gerhana.

“Apabila kita sudah melihat dan sudah yakin itu gerhana, maka langsung saja shalat. Berjamaah lebih bagus, tapi sendirian juga tak masalah,” ujarnya kepada Serambi di Banda Aceh, Kamis (26/7), menanggapi fenomena alam bahwa berdasarkan perhitungan falakiah (astrologi), pada Sabtu 28 Juli 2018 bertepatan dengan 15 Zulkaidah 1439 H akan terjadi gerhana bulan total di wilayah Indonesia.

Menurut Muslim Ibrahim, gerhana bulan tersebut merupakan gejala alam biasa dan umat Islam dia ajak untuk terus-menerus mengingat Allah, berzikir, dan menunaikan ibadah setiap kali ada peristiwa gerhana.

“Ini suatu gejala alam biasa. Kepada umat Islam dianjurkan untuk mengingat Allah pada waktu itu dengan cara shalat. Saya rasa masyarakat kita juga sudah tahu semua itu, apalagi akhir-akhir ini sudah sering terjadi gerhana,” kata Muslim Ibrahim.

Ia tambahkan, shalat khusuf hukumnya sunah muakkad, yaitu sunah yang dianjurkan dan umat Islam diimbau untuk memperbanyak takbir, istigfar, dan zikir pada saat-saat terjadi fenomena alam seperti ini.

Seruan serupa juga disampaikan Tgk H Syech Waled Marhaban Adnan, Pimpinan Pondok Pesantren Raudatul Muna, di Gampong Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Melalui Serambi, Jumat kemarin, Waled Marhaban mengajak seluruh masyarakat Aaceh untuk menunaikan shalat sunah gerhana atau shalat khusuf.

“Bagi umat muslim, jika terjadi gerhana bulan maka dianjurkan untuk menunaikan ibadah shalat sunah gerhana. Sebelum sampai gerhana bulan bangunkan anak-anak untuk shalat,” pesan Waled Marhaban.

Lebih lanjut, Waled Marhaban menjelaskan, saat terjadi gerhana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan ibadah, serta melakukan amalan-amalan sunah. Salah satunya ya shalat gerhana bulan. “Insyaallah kami di Pondok Pesantren Raudatul Muna juga akan menunaikan shalat gerhana bulan,” pungkas Waled Marhaban.

Pimpinan Dayah Bustanul Huda, Aceh Timur, Tgk Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi juga mengimbau umat muslim melaksanakan shalat khusuf dua rakaat saat terjadi gerahan bulan.

\Selain shalat sunah gerhana bulan, Abu Paya Pasi juga mengimbau umat muslim agar membaca zikir, wirid, dan berdoa seusai shalat khusuf agar dijauhkan dari segala bala (malapetaka).

“Ketika terjadi gerhana bulan kita disunahkan untuk menunaikan shalat khusuf. Seusai shalat kita disunahkan membaca zikir, membaca wirid, dan berdoa agar dijauhkan dari segala bala,” ungkap Abu Paya Pasi kepada Serambi, Kamis malam.

Tgk Nuruzzahri atau lebih dikenal Waled NU, Pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga, Bireuen, kepada Serambi kemarin mengatakan, gerhana bagi umat Islam merupakan bentuk peringatan dan tuntutan agaru umat memperkuat ibadah, apalagi selama ini Aceh sedang dilanda kemarau. “Mudah-mudahan dengan doa dan kita ramai-ramai ke masjid, meunasah, dan tempat yang layak lainnya untuk melaksanakan shalat gerhana,” ujar Waled Nu.

Seusai shalat khusuf, lanjut Waled Nnu, seluruh kaum muslimin diharapkan memanjatkan doa agar Allah melimpahkan rahmat-Nya dan menjauhkan hamba dari bencana. (una/yus/tz/c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved