Palestina

Pasukan Israel Menyerbu Kompleks Al-Aqsa, Belasan Jamaah Terluka, Termasuk Tiga Penjaga Masjid

Menurut al-Dibs, pihak berwenang Israel telah menyegel Masjid Al-Qibali dengan rantai besi dan mencegah jamaah Palestina memasuki gedung tersebut

Pasukan Israel Menyerbu Kompleks Al-Aqsa, Belasan Jamaah Terluka, Termasuk Tiga Penjaga Masjid
ANADOLU AGENCY/MOSTAFA ALKHAROUF
Pasukan Israel mengintervensi dan membubarkan para jamaah shalat yang melancarkan protes terhadap intervensi pasukan Israel di Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Jumat (27/7/2018). Puluhan warga Palestina dilaporkan terluka. 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Polisi Israel mengirim bala bantuan ke kompleks Masjid Al-Aqsa, Jumat (27/8/2018), di tengah bentrokan antara polisi Israel dengan jamaah shalat.

"Setidaknya 50 polisi tambahan telah memasuki kompleks masjid dalam satu jam terakhir," kata seorang saksi mata kepada Anadolu Agency.

"Sementara itu," tambahnya, "pasukan Israel telah menutup gerbang Al-Aqsa dan mencegah siapa pun memasuki kompleks masjid."

Seorang pejabat Palestina yang bekerja di daerah itu mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa "lusinan" orang Palestina telah terluka setelah pasukan Israel memasuki kompleks dan mulai menyerang jamaah.

Warga Palestina memprotes campur tangan pasukan Israel yang memasuki Kompleks Masjid Al-Aqsa dan mulai menyerang jamaah Muslim pada tanggal 27 Juli 2018 di Yerusalem. Puluhan warga Palestina dilaporkan terluka.
Warga Palestina memprotes campur tangan pasukan Israel yang memasuki Kompleks Masjid Al-Aqsa dan mulai menyerang jamaah Muslim pada tanggal 27 Juli 2018 di Yerusalem. Puluhan warga Palestina dilaporkan terluka. (ANADOLU AGENCY/MOSTAFA ALKHAROUF)

(Baca: Yordania Protes Keras Pelanggaran Israel di Al-Aqsa)

(Baca: Pasukan Israel Tangkap 12 Orang Palestina yang Sedang Membaca Alquran di Kompleks Al-Aqsa  )

Dalam sebuah pernyataan, Firas al-Dibs, seorang juru bicara Otoritas Wakaf Keagamaan yang dikelola oleh Jordan, mengatakan setidaknya 60 tentara telah memasuki tempat suci, "di mana mereka menggunakan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan para jamaah setelah sholat Jumat".

"Lima belas orang Palestina telah terluka, termasuk tiga penjaga Masjid," tambahnya.

Menurut al-Dibs, pihak berwenang Israel telah menyegel Masjid Al-Qibali dengan rantai besi dan mencegah jamaah Palestina memasuki gedung tersebut.

Pernyataan Hamas dan Al-Azhar

Gerakan perlawanan yang berbasis di Gaza, Hamas, untuk bagiannya, mengutuk provokasi "berbahaya" oleh Israel.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan: "Aksi teror berbahaya ini dimaksudkan untuk menargetkan identitas Muslim dan Arab Al-Aqsa."

Serangan polisi Jumat, ia menambahkan, "mencerminkan rasisme dan ekstremisme pemerintah pendudukan Israel".

Halaman
12
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved