Palestina

Yordania Serukan Israel Hentikan Pelanggaran di Al-Aqsa, Qatar Minta Negara Arab Bersatu

Puluhan warga Palestina terluka pada hari Jumat ketika pasukan Israel memasuki kompleks masjid dan mulai menyerang jamaah Muslim

Yordania Serukan Israel Hentikan Pelanggaran di Al-Aqsa, Qatar Minta Negara Arab Bersatu
ANADOLU AGENCY/MOSTAFA ALKHAROUF
Direktur Masjid Al-Aqsha, Omar Al-Keswani (L) mengimami shalat di depan pasukan Israel, di pintu gerbang masuk ke Kompleks Masjid Al-Aqsa yang telah ditutup oleh polisi Israel, Jumat (27/8/2018). 

SERAMBINEWS.COM, AMMAN/DOHA – Pemerintah Yordania, menyerukan Israel untuk segera menghentikan "pelanggaran" di Kompleks Masjid Al-Aqsa.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Jumat (27/7/2018), Pemerintah Yordania menyatakan Israel bertanggung jawab atas keselamatan jamaah Palestina.

Juru bicara Pemerintah Yordania, Jumana Ghneimat mengeluarkan seruan itu sebagai tanggapan atas serangan yang dilaporkan terhadap jamaah oleh pasukan keamanan Israel, di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha.

Ghneimat melanjutkan dengan kalimat mengutuk "provokasi Israel yang sedang berlangsung di kompleks masjid, termasuk penyerbuan situs pada hari Jumat oleh polisi Israel dan serangan mereka terhadap jamaah Palestina dan pegawai Otoritas Wakaf Agama (yang dijalankan oleh Yordania)".

(Baca: Lebih 1000 Pemukim Israel Memaksa Masuk ke Kompleks Al-Aqsa, Mufti Al-Quds Khawatirkan Perang Agama)

(Baca: Pasukan Israel Tangkap 12 Orang Palestina yang Sedang Membaca Alquran di Kompleks Al-Aqsa  )

Lebih dari 1.000 pemukim Israel, termasuk anak-anak, berjalan di bawah pengawalan polisi Israel menuju kompleks Masjid Al-Aqsa, Jerusalem Timur, Minggu (22/7/2018).
Lebih dari 1.000 pemukim Israel, termasuk anak-anak, berjalan di bawah pengawalan polisi Israel menuju kompleks Masjid Al-Aqsa, Jerusalem Timur, Minggu (22/7/2018). (ANADOLU AGENCY/MOSTAFA ALKHAROUF)

"Praktek-praktek tercela seperti melanggar kesucian tempat suci ini, memprovokasi perasaan umat Islam di seluruh dunia, dan melanggar kewajiban hukum Israel sebagai kekuatan pendudukan di Yerusalem Timur," tambahnya.

Ghneimat juga menggambarkan kejadian baru-baru ini di Al-Aqsa sebagai "Pelanggaran konvensi internasional yang menekankan perlunya menghormati tempat-tempat ibadah".

Puluhan warga Palestina terluka pada hari Jumat ketika pasukan Israel memasuki kompleks masjid dan mulai menyerang jamaah Muslim, menurut pejabat setempat.

Qatar Minta Negara Arab Bersatu

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Qatar mengutuk "pelanggaran tempat-tempat suci Masjid Al-Aqsa," menyebut mereka "barbar".

Dalam sebuah pernyataan, kementerian meminta negara-negara Arab dan Islam serta komunitas internasional "untuk berdiri bersatu untuk menghentikan arogansi Israel, merusak kehidupan yang tidak bersalah, melanggar hak asasi manusia dasar untuk kebebasan beribadah, dan memprovokasi perasaan semua Muslim di seluruh dunia. "

Bagi Muslim, Al-Aqsa mewakili situs ketiga tersuci dunia.

(Baca: Mau ke Masjidil Aqsa Sekarang, Bolehkah?)

Orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai "Bukit Bait Suci", mengklaim itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama Perang Timur Tengah 1967, kemudian mencaplok kota ini pada tahun 1980, mengklaim sebagai ibukota negara Yahudi, memproklamirkan diri dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Pada akhir tahun 2000, kunjungan ke Al-Aqsa oleh politisi kontroversial Israel Ariel Sharon memicu pemberontakan populer selama bertahun-tahun melawan pendudukan Israel, di mana ribuan orang Palestina kehilangan nyawa mereka.(Anadolu Agency)

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved