Petani Kopi Keluhkan Besarnya Pajak Domestik

Sejumlah petani kopi Gayo mengeluhkan besarnya pajak pertambahan nilai yang harus dibayar

Petani Kopi Keluhkan Besarnya Pajak Domestik
Seorang petani kopi warga Kampung Blanggele, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah sedang memetik buah kopi.. SERAMBI/MAHYADI 

* Mulai Rp 500 Juta Hingga Rp 4 Miliar

BANDA ACEH - Sejumlah petani kopi Gayo mengeluhkan besarnya pajak pertambahan nilai yang harus dibayar untuk setiap transaksi domestik atau di dalam negeri. Pajak yang mencapai 10 persen untuk setiap kali transaksi domestik itu dinilai sangat menyulitkan para petani kopi di daerah dingin tersebut.

“Kami harus bayar 10 persen untuk setiap transaksi di dalam negeri, ini terlalu memberatkan,” keluh ketua Asosiasi Producer Fairtrade Indonesia, Djumhur saat beraudiensi dengan Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar di Kantor Bupati Aceh Tengah, Takengon, Sabtu (28/7)

Menurut Djumhur, pihaknya sudah menyurati Menteri Keuangan RI untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi oleh para eksportir kopi tersebut. Namun kata dia, hingga saat ini belum ada jawaban tegas dari pemerintah.

Pajak pertambahan nilai yang berlaku untuk kopi tersebut menurutnya sudah terhitung sejak tahun 2015. Dikatakan, mulai beberapa bulan terakhir petugas pajak sudah meminta koperasi petani kopi gayo untuk membayar kewajiban yang besarnya mulai Rp 500 juta hingga Rp 4 miliar.

Djumhur mengharapkan ada solusi ke depan terkait permasalahan tersebut, sehingga tidak memberatkan koperasi yang notabene anggotanya adalah petani kopi. “Selama ini kita tidak pernah membebani petani dengan pajak tersebut,” ucapnya.

Menanggapi persoalan itu, Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar mengatakan perlu konsultasi lebih intens dengan pihak Ditjen Pajak di Jakarta. “Perlu dijelaskan kepada pihak Ditjen Pajak di Jakarta supaya jelas duduk permasalahannya, nanti kami akan dampingi langsung,” katanya.

Saat ini, terdapat 24 koperasi produsen kopi yang bersertifikat fairtrade dengan anggota mencapai 35 ribu kepala keluarga. Selain itu juga ditambah petani kopi lain sebanyak 60 ribu kepala keluarga yang tersebar di Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues.(una/rel)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help