Kupi Beungoh

Gerhana, Ilmu Falak, dan Aqidah Islamiyah

Amal ibadah muslim diatur dengan penanggalan bulan Qamariah (Hijriah) bukan Syamsiah (Masehi).

Gerhana, Ilmu Falak, dan Aqidah Islamiyah
IST
Mustafa Husen Woyla 

Pada zaman serba canggih ini, terkadang manusia lupa akan adanya campur Kuasa Allah  terkait fenomena alam yang luar biasa dan langka, namun akhir-akhir ini kerap terjadi.

Sejatinya, fenomena alam  dalam ilmu aqidah disebut hukum 'aadi (kejadian pada kebiasaan) dan bersifat jaiz pada Allah SWT bukan wajib.

Perlu dingat, di zaman milenial, banyak orang awam tanpa sadar telah terjebak pada faham Qadariah atau Muktazilah, yakni faham yang berpandangan, kejadian di alam semesta ini tidak ada campur tangan Tuhan Sang Pencipta.

Juga bisa terjerumus ke dalam faham materialistisme, yang beranggapan alam semesta statis atau qadim, ada dengan sendiri tanpa diciptakan.

Mereka lebih meyakini info dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang bersifat 'aadi (kebiasaan) daripada pesan langit, dari Allah Yang Maha ESA, mudabbir semesta yang bersifat qath'i (pasti).

Untuk itu, mari Iqra' dan men-tadabburi dua ayat berikut, insya Allah tersadarkan bagaimana Allah mengatur alam ini,

“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ´Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan.

Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu.”  (QS:Ar-Ra’d Ayat: 2)

"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)."  (al-An’aam: 59)

(Baca: Saat Melihat Gerhana Bulan Sebaiknya Hindari Tempat-tempat Ini)

Dari dua ayat di atas, jelas sekali, tidak ada fenomena alam secara kebetulan yang berlaku di alam ini kecuali Dia yang menciptakan dan mengaturnya.  Jika kita tidak jeli dan hati-hati, ditakutkan jatuh ke dalam aqidah menyimpang karena tanpa sadar kita menafikan af'al Allah pada alam ini.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help