Kupi Beungoh

Gerhana, Ilmu Falak, dan Aqidah Islamiyah

Amal ibadah muslim diatur dengan penanggalan bulan Qamariah (Hijriah) bukan Syamsiah (Masehi).

Gerhana, Ilmu Falak, dan Aqidah Islamiyah
IST
Mustafa Husen Woyla 

Itulah sebabnya dalam agama Islam disebut awaludin ma'rifatullah dan ditempatkan ilmu Aqidah pada urutan pertama yang wajib dipelajari, pelajari disini, tentu dari makhluk ciptaan Allah ,bukan pada Zat Allah SWT.

Karena dari makhluk-Nya-lah kita akan menyaksikan akan kekuasaan yang Maha dahsyat. Dan yang paling penting dari itu semua, kita diajarkan bahwa, ternyata makluk besar itu bukan Tuhan tapi punya kelemahan ketika tidak bercahaya sebagaimana mestinya.

Hindari mitos dan ramalan

Sangatlah terang benderang bagi kita bahwa gerhana matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran Allah.

Bukan faktor alam atau tersebab kematian, kelahiran seseorang dan juga bukan akibat situasi dan kondisi suatu kaum.

Oleh karena itu hindari mitos dan ramalan-ramalan yang tidak berdasar dan berfaedah, apalagi mengaitkan dengan situasi politik Aceh dan Pilpres 2019 mendatang.

Mari kita agungkan kebesaran Allah dengan segala kebesaran-Nya dan semakin bertakwa dengan berlakunya Gerhana itu. Karena kata rasulullah, kita tidak tau apa yang berlaku setelah Gerhana itu terjadi.

* PENULIS Mustafa Husen Woyla adalah, Guru Aqidah Islamiah Dayah Darul Ihsan, Abu Hasan Krueng Kalee, juga aktif mengamati bumoe singet

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved