Harga Telur Ayam Mulai Turun

Harga telur ayam ras pada minggu ini mulai turun dibanding dua pekan lalu, dari Rp 420.000/ikat (300 butir)

Harga Telur Ayam Mulai Turun
SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Tim Satgas Pangan sidak pasar di Meulaboh terkait harga telur, Selasa (24/7/2018). 

BANDA ACEH - Harga telur ayam ras pada minggu ini mulai turun dibanding dua pekan lalu, dari Rp 420.000/ikat (300 butir) atau Rp 1.400/butir menjadi Rp 380.000-385.000/ikat (300 butir) atau Rp 1.266/butir. Harga ini di tingkat grosir, tentu untuk tingkat eceran lebih mahal lagi.

“Harga telur ayam ras di Medan dan Aceh bergerak turun disebabkan pengiriman kebutuhan ini dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa sudah menurun, sehingga membuat harga telur di Sumatera berangsur turun,” kata H Ramli, pedagang grosir telur ayam di Peunayong, Banda Aceh, kepada Serambi, Minggu (29/7).

Ramli mengatakan akibat kenaikan signifikan harga telur pada awal Juli 2018, membuat pedagang makanan berbahan baku telur juga ikut naik, misalnya bolu ikan kecil-kecil yang biasanya Rp 5.000/bungkus naik menjadi Rp 6.000. Begitu juga martabak telur juga naik dari Rp 5 ribu/porsi menjadi Rp 6.000.

Menurut Ramli, ada beberapa faktor yang membuat harga telur ayam dua pekan lalu melambung tinggi di Indonesia, termasuk di Aceh. Pertama, adanya larangan penyuntikan vaksin terhadap ayam petelur, sehingga membuat banyak ayam mati, terutama di kawasan industri peternakan ayam petelur di Pulau Jawa. Penyebab ini yang membuat pengiriman telur ayam dari Sumatera ke Pulau Jawa meningkat, sehingga juga berdampak berkurangnya pengiriman telur ke Aceh dari daerah lainnya di Sumatera.

“Kedua akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar AS, sehingga biaya impor sejumlah komponen pakan ternak dari luar negeri ikut naik. Kondisi itu membuat biaya produksi meningkat, untuk menyelamatkan kondisi keuangan perusahaan, mau tidak mau, pengusaha di Sumut harus menaikkan sedikit harga jual telur kepada penyalur dan pedagang grosir,” jelas Ramli.

Hal hampir sama disampaikan Manager Pemasaran Telur Ayam Ras UPTD Dinas Peternakan Aceh di Blangbintang, Aceh Besar, Nasir. Oleh karena itu, menurutnya harga telur ayam ras di pabriknya dua pekan lalu mencapai Rp 1.400/butir, namun memasuki minggu terakhir Juli ini kembali turun menjadi Rp 1.200-1.180/butir. Nasir menyebutkan di lokasi peternakan itu, ada sekitar 43 ribu induk ayam petelur dan sekitar 83 persen di antaranya menghasilkan telur untuk dipasarkan ke Sigli.

“Sedangkan untuk pasar Banda Aceh, diambil dari Medan. Harga jual telur ayam dari UPTD Blangbintang dan Medan sama, Rp 1.180 per butir untuk penyalur dan pedagang grosir. Sedangkan harga jual ecerannya masih Rp 1.300 hingga Rp 1.400 per butir,” sebut Nasir.

Sementara itu, akibat angin kencang dalam dua pekan terakhir ini, hasil tangkapan nelayan juga turun dibanding biasanya menjadi 10-20 ton per hari. Akibatnya harga di tingkat pasaran juga masih tinggi, meski tak terlalu mahal dibanding hari biasa saat cuaca normal.

Hal ini seperti pengakuan Irwansyah, pedagang ikan grosir di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Banda Aceh. Ia menyebutkan harga ikan secara grosir, yakni baby tuna (sisik) Rp 25.000-30.000/kg, anak cakalang Rp 18.000-25.000/kg, tongkol licin Rp 14.000-7.000/kg, dan dencis Rp 16.000-20.000/kg. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help