Palestina

Israel Usir Dua Seniman Italia yang Membuat Mural Ahed al-Tamimi, Gadis Ikon Perlawanan Palestina

Polisi Israel mengatakan kedua artis itu ditangkap karena vandalisme dan visa mereka dibatalkan pada hari Minggu

Israel Usir Dua Seniman Italia yang Membuat Mural Ahed al-Tamimi, Gadis Ikon Perlawanan Palestina
ANADOLU AGENCY/WISAM HASHLAMOUN
Satu dari dua seniman asal Italia, saat mewarnai mural remaja Palestina yang dipenjara, Ahed al-Tamimi, pada tembok pemisah di Bethlehem, Tepi Barat pada 25 Juli 2018. Remaja Palestina Ahed al- Tamimi, yang dianugerahi "Hanzala Award for Courage" di Turki, dibebaskan setelah 8 bulan di penjara bersama ibunya Nariman Tamimi. Dua seniman itu ditahan di Bethlehem ketika akan menyelesaikan lukisan mereka, dan kemudian diusir oleh Pemerintah Israel. 

SERAMBINEWS.COM, YERUSALEM - Pemerintah Israel pada hari Senin (30//7/2018), mengusir dua seniman Italia yang melukis mural Ahed al-Tamimi di kota Betlehem, Tepi Barat.

Tamimi adalah gadis remaja Palestina yang telah menjadi ikon perlawanan terhadap Israel.

Tamimi dan ibunya ditangkap oleh pasukan Israel pada bulan Desember 2017, setelah sebuah video menjadi viral menunjukkan Tamimi (16), memukul dan menampar dua tentara bersenjata Israel di luar rumahnya.

Ia dan ibunya telah dibebaskan dari penjara Israel pada, Minggu (29/7/2018), setelah menyelesaikan hukuman delapan bulan dalam kasus yang memicu kecaman internasional.

Gadis remaja Palestina Ahed Tamimi (tengah) dan ibunya, Nareman disambut kerabat dan pendukungnya setelah dibebaskan dari penjara Israel, Minggu (29/7/2018).(THE TIMES OF ISRAEL / FLASH90)
Gadis remaja Palestina Ahed Tamimi (tengah) dan ibunya, Nareman disambut kerabat dan pendukungnya setelah dibebaskan dari penjara Israel, Minggu (29/7/2018).(THE TIMES OF ISRAEL / FLASH90) ()

(Baca: Aktivis Muda Palestina Ahed Tamimi yang Dipenjara Israel Kini Telah Bebas)

(Baca: Tiga Remaja Palestina Meninggal Akibat Tembakan Tentara Israel)

Harian Israel Yedioth Ahronoth, seperti dilansir Serambinews.com dari Kantor Berita Turki, Anadolu Agency memberitakan, kedua seniman asal Italia itu juga dilarang masuk ke Israel selama 10 tahun, surat kabar itu mengutip pengacara mereka Azmi Masalha.

Polisi Israel mengatakan kedua artis itu ditangkap karena vandalisme dan visa mereka dibatalkan pada hari Minggu. Mereka diperintahkan untuk pergi dalam tiga hari.

Seorang wanita mengambil foto mural remaja Palestina yang dipenjara Israel, Ahed al-Tamimi, di Tepi Barat pada 29 Juli 2018. Mural Tamimi dilukis oleh dua seniman Italia pada tembok pemisah di Bethlehem, Tepi Barat yang diduduki Israel.
Seorang wanita mengambil foto mural remaja Palestina yang dipenjara Israel, Ahed al-Tamimi, di Tepi Barat pada 29 Juli 2018. Mural Tamimi dilukis oleh dua seniman Italia pada tembok pemisah di Bethlehem, Tepi Barat yang diduduki Israel. (ANADOLU AGENCY/WISAM HASHLAMOUN)

Ekspresi Dukungan

Akhir pekan lalu, Jumat (27/7/2018), dua seniman Italia melukis gambar wajah Ahed al-Tamimi, pada tembok pemisah di wilayah Tepi Barat (Palestina) yang diduduki Israel.

Kedua seniman, yang lebih suka tidak memberikan nama mereka, ingin mengekspresikan dukungan mereka untuk al-Tamimi dengan melukis potret kehidupan yang lebih besar dari remaja yang ditahan, yang telah menjadi simbol dari perlawanan Palestina.

Aktivis Palestina Ahmed al-Arabi mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa para seniman berharap untuk menghormati ikon perlawanan berusia 17 tahun -dan Palestina- melalui seni mereka.

(Baca: Khan al-Ahmar akan Tetap Menjadi Tanah Palestina)

(Baca: Kanada Salurkan Bantuan Senilai Rp 552 Miliar untuk Palestina)

Mural wajah remaja Palestina yang dipenjara Israel, Ahed al-Tamimi, pada tembok pemisah, di Bethlehem, Tepi Barat, Minggu (29/7/2018). Ahed al-Tamimi yang dianugerahi
Mural wajah remaja Palestina yang dipenjara Israel, Ahed al-Tamimi, pada tembok pemisah, di Bethlehem, Tepi Barat, Minggu (29/7/2018). Ahed al-Tamimi yang dianugerahi "Hanzala Award for Courage" di Turki, telah dibebaskan setelah 8 bulan di penjara bersama ibunya Nariman Tamimi. Sementara dua seniman Italia yang melukis mural tersebut ditahan di Bethlehem dan kemudian diusir oleh otoritas Israel. (ANADOLU AGENCY/WISAM HASHLAMOUN)

Menurut al-Arabi, mural berukuran 30 meter persegi kemungkinan akan memakan waktu beberapa hari untuk diselesaikan.

“Mereka sedang mempersiapkan mural untuk mengantisipasi rilis al-Tamimi yang diharapkan,” katanya.

Ditangkap

Satu hari berselang, Sabtu (28/7/2018), pasukan keamanan Israel, menahan kedua seniman asal Italia itu.

Muhammad al-Lahham, seorang aktivis Palestina, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa dua aktivis Italia dan seorang pria Palestina ditahan di Bethlehem ketika para seniman akan menyelesaikan lukisan mereka.(Anadolu Agency)

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved