KPK Periksa Sejumlah Pejabat Aceh Terkait Suap DOKA 2018

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (30/7/2018) memeriksa sejumlah pejabat Aceh

KPK Periksa Sejumlah Pejabat Aceh Terkait Suap DOKA 2018
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (24/4/2018). 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (30/7/2018) memeriksa sejumlah pejabat Aceh untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada Serambinews.com mengatakan, para pejabat Aceh setingkat kepala dinas tersebut diperiksa sebagai saksi untuk Irwandi Yusuf dalam kasus dugaan rasuah dana otonomi Aceh tersebut.

"Hari ini KPK memeriksa empat saksi untuk tersangka IY dan satu saksi untuk Ahmadi dalam kasus suap terkait dengan pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018," kata Febri.

Baca: KPK Ambil Sampel Suara Irwandi

Adapun empat pejabat yang diperiksa kemarin untuk Irwandi Yusuf adalah, Musri Idris (mantan Kadispora Aceh), Fajri (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang PUPR Aceh), Sayid Fadhil (Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang), dan Darmansyah (Kadispora Aceh).

Selain memeriksa saksi untuk Irwandi Yusuf, KPK juga memeriksa satu saksi untuk Bupati non- aktif Bener Meriah, Ahmadi, yaitu Hendri Yuzal (staf Gubernur Aceh) yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Satu saksi untuk tersangka Ahmadi, yaitu Hendri Yuzal dalam kasus suap terkait pengalokasian DOKA 2018," ujar Febri.

Baca: Besok, KPK Periksa Darwati A Gani Untuk Tersangka Ini

Besok, KPK masih memanggil dua pajabat Aceh lainnya, yaitu Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM dan Asisten II Pemerintah Aceh, Dr Taqwallah.

Febri tak membeberkan hasil pemeriksaan kelima saksi di gedung KPK hari ini. Namun dia memastikan, kelima saksi itu hadir dan memenuhi panggilan penyidik KPK.

"Semua saksi hadir memenuhi panggilan penyidik," pungkas Febri Diansyah. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help