Palestina

Mengenal Ahed Al-Tamimi, Gadis Asal Kota Nabi Saleh yang Kini Jadi Ikon Perlawanan Rakyat Palestina

Beberapa anggota keluarganya, termasuk orang tua dan saudara laki-lakinya, berulang kali ditangkap oleh pasukan Israel

Mengenal Ahed Al-Tamimi, Gadis Asal Kota Nabi Saleh yang Kini Jadi Ikon Perlawanan Rakyat Palestina
ANADOLU AGENCY/ERHAN ELALDI
Para siswi di Turki menggelar demonstrasi diam untuk mendukung gadis remaja Palestina berusia 16 tahun Ahed al-Tamimi, yang terkenal akan aktivismenya yang berani untuk mendapatkan Palestina merdeka, di Universitas Istanbul, di Beyazit Alun-alun Istanbul, Turki pada 21 Maret 2018. 

SERAMBINEWS.COM, YERUSALEM - Otoritas Israel, telah membebaskan gadis remaja Palestina yang telah menjadi ikon perlawanan terhadap Israel, Ahed al-Tamimi.

Tamimi dibebaskan bersama ibunya pada, Minggu (30/7/2018), setelah menjalani hukuman 8 bulan karena menampar seorang tentara Israel.

Tamimi adalah gadis remaja Palestina yang telah menjadi ikon perlawanan terhadap Israel.

Gadis berusia 17 tahun itu ditahan oleh pasukan Israel pada bulan Desember setelah dia terekam video menampar tentara Israel yang menyerang rumahnya untuk menangkap saudaranya.

Pada Maret, pengadilan Israel memvonis gadis Palestina itu dengan hukuman penjara 8 bulan karena tuduhan "menyerang" pasukan Israel.

(Baca: Aktivis Muda Palestina Ahed Tamimi yang Dipenjara Israel Kini Telah Bebas)

Gadis remaja Palestina Ahed Tamimi (tengah) dan ibunya, Nareman disambut kerabat dan pendukungnya setelah dibebaskan dari penjara Israel, Minggu (29/7/2018).(THE TIMES OF ISRAEL / FLASH90)
Gadis remaja Palestina Ahed Tamimi (tengah) dan ibunya, Nareman disambut kerabat dan pendukungnya setelah dibebaskan dari penjara Israel, Minggu (29/7/2018).(THE TIMES OF ISRAEL / FLASH90) ()

(Baca: Usai Dibebaskan dari Penjara, Ahed Tamimi yang Tampar Tentara Israel Berjanji Teruskan Perlawanan)

Siapa Ahed al-Tamimi?

Lahir pada tanggal 31 Januari 2001 di kota Nabi Saleh, sebelah barat kota Ramallah, Tepi Barat, al-Tamimi berasal dari keluarga yang dikenal karena perjuangan mereka melawan pendudukan Israel selama puluhan tahun.

Beberapa anggota keluarganya, termasuk orang tua dan saudara laki-lakinya, berulang kali ditangkap oleh pasukan Israel karena penentangan mereka terhadap invasi Israel atas tanah Palestina.

Pamannya, Rushdie al-Tamimi, ditembak mati oleh pasukan Israel di kota Nabi Saleh pada tahun 2012.

Bibinya, Bassima al-Tamimi, meninggal pada 1993 setelah dipukuli hingga tewas oleh seorang polisi Israel ketika menghadiri sidang pengadilan anaknya pada saat itu, menurut sumber-sumber keluarga.

(Baca: Khan al-Ahmar akan Tetap Menjadi Tanah Palestina)

(Baca: Saat Sidang, Gadis Palestina Ahed Tamimi Dikawal 13 Tentara Israel, Kakinya Terlihat Dirantai)

Halaman
1234
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved