Jika Miliki Rumah atau Kendaraan Baru, Ini yang Dilakukan Masyarakat Aceh Selatan

Bahkan di beberapa tempat yang rumahnya dekat dengan ibukota kecamatan, si empunya rumah juga turut mengundang unsur Muspika setempat.

Jika Miliki Rumah atau Kendaraan Baru, Ini yang Dilakukan Masyarakat Aceh Selatan
ist
Masyarakat bersama Babinsa Kodim Asel tampak berbaur saat menghadiri acara syukuran "Peusijuek " rumah dan kendaraan di salah satu rumah warga di Desa Rasian, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan, Selasa (31/7/2018). 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Jika memiliki rumah dan kendaraan baru sebagian besar masyarakat di Aceh Selatan selalu melakukan syukuran berupa "Peusijuek".

Peusijuek itu dilakukan untuk keberkahan dan keselamatan rumah baru dan kendaraan baru.

Kegiatan seperti ini kebiasaan bukan hanya dihadiri perangkat gampong (desa). Bahkan di beberapa tempat yang rumahnya dekat dengan ibukota kecamatan, si empunya rumah juga turut mengundang unsur Muspika setempat.

Misalnya pada, Selasa (31/7/2018), Babinsa Koramil 14/Pasie Raja Kodim 0107/Asel turut diundang dan menghadiri acara tradisi syukuran "peusijuek" rumah baru dan kendaraan roda empat milik salah satu warga Desa Rasian, Kecamatan Pasie Raja.

Turut hadir dalam acara tersebut Abon Tgk Hasbi Kota Fajar, Keuchik Rasian Abdullah dan sejumlah warga serta sanak saudara dari pemilik rumah Tgk Jasli.

Baca: Irwandi Peusijuek Putrinya

Syukuran atau yang lebih lazim disebut peusijuk merupakan salah satu ritual atau sebuah prosesi adat dalam budaya masyarakat Aceh yang biasa dilakukan untuk memohon keselamatan, ketentraman dan kebahagian dalam kehidupan.

Kopda Syukur, Babinsa Koramil Pasie Raja menuturkan, dalam setiap pergelaran ritual atau tradisi yang dilakukan masyarakat selalu melibatkan tokoh agama, tokoh adat, cerdik pandai, dan pemangku kepentingan termasuk Babinsa desa binaan.

"Karena ini sebuah adat di masyarakat, semua yang berkepentingan dilibatkan dan masyarakat sekeliling juga di undang untuk mendoakan keselamatan, kesejahteraan pemilik rumah," ujarnya.

Menurut Syukur, acara tradisi seperti syukuran ini baginya dimanfaatkan untuk bermanunggal dengan cara berkomunikasi sosial (Komsos), anjangsana dan bersilaturahmi.

Halaman
12
Penulis: Taufik Zass
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved