KPK Periksa Pejabat Aceh

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018

KPK Periksa Pejabat Aceh
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Febri Diansyah 

* Sebagai Saksi untuk Irwandi

BANDA ACEH - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 yang telah menyeret Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf sebagai tersangka. Selain mengumpulkan bukti-bukti, KPK juga masih memeriksa sejumlah saksi dalam kaitannya dengan kasus rasuah tersebut.

Kemarin di Jakarta, KPK memeriksa sejumlah pejabat setingkat kepala dinas di Aceh. Menurut Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah, mereka diperiksa untuk tersangka Irwandi Yusuf. “Hari ini (kemarin -red), KPK memeriksa empat saksi untuk tersangka IY dan satu saksi untuk Ahmadi dalam kasus suap terkait dengan pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018,” kata Febri.

Adapun empat pejabat yang diperiksa kemarin untuk Irwandi Yusuf adalah Musri Idris (mantan Kadispora Aceh), Fajri (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang PUPR Aceh), Sayid Fadhil (Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang), dan Darmansyah (Kadispora Aceh).

Selain memeriksa saksi untuk Irwandi Yusuf, KPK juga memeriksa satu saksi untuk Bupati nonaktif Bener Meriah, Ahmadi yaitu Hendri Yuzal (staf Gubernur Aceh) yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. “Satu saksi untuk tersangka Ahmadi, yaitu Hendri Yuzal dalam kasus suap terkait pengalokasian DOKA 2018,” ujar Febri.

Terhadap lima saksi yang diperiksa tersebut, KPK mengonfirmasi beberapa hal terkait dugaan suap yang telah menetapkan Irwandi Yusuf, Ahmadi, Hendri Yuzal, dan T Syaiful Bahri sebagai tersangka. “KPK mengonfirmasi pengetahuan para saksi terkait dengan Aceh marathon dan pelaksanaan alokasi Dana Otonomi Khusus Aceh,” kata Febri.

Sayangnya, Febri tak membeberkan hasil pemeriksaan kelima saksi di gedung KPK tersebut. Namun dia memastikan, kelima saksi itu hadir dan memenuhi panggilan penyidik KPK. “Semua saksi hadir memenuhi panggilan penyidik,” pungkas Febri Diansyah.

Sebagaimana santer diberitakan, pada 3 Juli 2018 lalu, KPK mengamankan empat orang terkait kasus dugaan suap atau penyelewengan DOKA tahun 2018. Mereka adalah Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah, Ahmadi, Ajudan Gubernur Aceh, Hendri Yuzal, dan seorang pengusaha, Teuku Syaiful Bahri.

Keempat orang tersebut diamankan secara terpisah dan paralel oleh KPK di Aceh. Irwandi sendiri diamankan di Pendopo Gubernur Aceh lalu dibawa ke Polda Aceh untuk pemeriksaan awal oleh penyidik KPK. Ahmadi, diamanakan di Bener Meriah lalu dibawa ke Polda Aceh, sedangkan Hendri Yuzal dan T Syaiful Bahri juga ditangkap KPK di tempat terpisah di Banda Aceh.

Irwandi sempat diperiksa di Polda Aceh sekitar 10 jam, sejak pukul 22.00 WIB pada 3 Juli hingga pagi 4 Juli. Hari itu juga, sekira pukul 10.00 WIB, Irwandi kemudian diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan oleh KPK, menyusul kemudian Hendri Yuzal, T Syaiful Bahri, dan terakhir Ahmadi. Malamnya, KPK dalam konferensi pers mengumumkan, menetapkan keempat orang tersebut sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap DOKA 2018.

Menurut KPK, Ahmadi diduga memberi suap Rp 500 juta dari total fee Rp 1,5 miliar kepada Irwandi sebagai komitmen fee atau ijon proyek dalam pembangunan infrastrukur yang bersumber dari DOKA tahun 2018. Sedangkan Hendri Yuzal dan T Syaiful Bahri adalah pihak swasta yang diduga kuat dalam aliran fee proyek tersebut. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved