Lagi, Pelayaran ke Sabang Tertunda

Pelayaran dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh menuju Pelabuhan Balohan, Sabang kembali tertunda

Lagi, Pelayaran ke Sabang Tertunda
RUSMANSYAH, Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheue

* Tinggi Gelombang Capai 4 Meter

BANDA ACEH - Pelayaran dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh menuju Pelabuhan Balohan, Sabang kembali tertunda sejak Senin (30/7) siang akibat cuaca buruk. Warning dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh yang mengabarkan angin kencang dan gelombang capai 4 meter lebih, memaksa pihak Pelabuhan Ulee Lheue untuk menunda keberangkatan KMP Tanjung Burang yang sudah standby di Banda Aceh pada pukul 12 kemarin.

Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheue, Rusmansyah, kepada Serambi, mengatakan, cuaca mulai memburuk sejak Senin (30/7) siang, dan diperkuat dengan adanya warning BMKG terkait gelombang tinggi. “Kapal dari Banda Aceh ke Sabang maupun sebaliknya tidak bisa berlayar lagi sampai sore. Kami juga nggak mau ambil risiko,” ujarnya.

Akibat penundaan itu, kata Rusmansyah, puluhan truk masih tertahan di Pelabuhan Ulee Lheue. Sementara penumpang masih bisa terangkut dengan kapal yang ada. “Bahkan selama ini penumpang menurun akibat cuaca buruk. Yang menjadi masalah saat ini ada puluhan truk material yang belum bisa diseberangkan ke Sabang,” jelas dia.

Selain itu, lanjutnya, daya angkut truk setiap KMP tidak bisa dipaksakan, dimana Tanjung Burang hanya bisa memuat sekitar tiga truk, sementara BRR bisa mengangkut enam sampai tujuh truk. “Untuk besok, Selasa (31/7), kami akan coba berangkatkan Tanjung Burang dan Express Bahari 8B pada pukul 7 pagi. Itu pun kalau cuaca memungkinkan,” imbuh Rusmansyah.

Sebelumnya pada Senin pagi (30/7), kapal Express Bahari 8B dan KMP BRR yang telah kembali beroperasi pascadocking bisa berangkat pukul 7 pagi. Cuaca yang masih baik membuat pihak Pelabuhan Ulee Lheue kembali melayarkan Express Bahari 2F pada pukul 10 pagi. “KMP BRR mulai aktif kembali setelah docking selama tiga minggu,” imbuhnya.

Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheue, Rusmansyah, menambahkan, saat ini pihaknya mengutamakan truk yang membawa kebutuhan pokok dan material bangunan bagi warga Sabang. Disebutkan, sekitar 25 truk masih tertahan di Ulee Lheue akibat cuaca buruk. “Dengan kembalinya BRR, kami berharap puluhan truk itu dapat segera terangkut. Truk harus diutamakan karena sudah seminggu di pelabuhan,” jelasnya.

Selain truk, kata Rusmansyah, jenis kendaraan yang sering menggunakan jasa transportasi penyeberangan yaitu mobil pikap, minibus, dan sepeda motor. Sedangkan untuk pengangkutan penumpang, dia mengaku tidak mengalami kendala karena bisa di-handle dengan pelayaran pagi. “Dengan dua kapal cepat dan satu BRR pada pagi hari saja, kami bisa mengangkut 600an penumpang,” tukasnya.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved