PKA 7

Destinasi Wisata Kelas Dunia

KABUPATEN Aceh Singkil, memiliki destinasi wisata kelas dunia. Gugusan Kepulauan Banyak, tak kalah

Destinasi Wisata Kelas Dunia

KABUPATEN Aceh Singkil, memiliki destinasi wisata kelas dunia. Gugusan Kepulauan Banyak, tak kalah menawan dengan Kepulauan Maldives (Maladewa), Pulau Dewata dan Lombok. Langganan turis asal Australia, Eropa, Tingkok dan Amarika. Tempat kelahiran ulama besar Syekh Abdurrauf As Singkii, juga memiliki Suaka Margasatwa Rawa Singkil, tempat flora dan fauna langka dunia. Didiami multi etnis, Aceh Singkil, kaya budaya, kuliner serta bahasa.

Ditemui di rumah pribadinya yang terlalu sederhana untuk ukuran seorang kepala daerah, di Blok 7 Desa Sidorejo, Kecamatan Simpang Kanan. Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid menyampaikan tekad menjadikan perhelatan PKA 7 untuk menarik masuknya wisatawan ke daerahnya dengan mempromosikan budaya, kuliner serta destinasi wisata kelas dunia yang dimiliki Aceh Singkil. Berikut penuturan Dulmusrid dalam wawancara dengan Dede Rosadi wartawan Serambi Indonesia di Aceh Singkil.

Apa arti PKA 7 bagi Kabupaten Aceh Singkil?
PKA ke-7 sangat penting bagi kami, sebagai wahana promosi pariwisata, memperkenalkan kebudayaan dankuliner yang dimiliki Kabupaten Aceh Singkil. Aceh Singkil, memiliki ragam budaya menarik, adat istiadat, kuliner lezat serta objek wisata mempesona, namun belum banyak yang tahu. Dalam ajang PKA ini, kesempatan bagi kami memberitahu masyarakat Aceh khususnya, nasional serta manca negara.

Apa harapan Kabupaten Aceh Singkil dalam ajang PKA 7 ini?
Kontingen Kabupaten Aceh Singkil, harus mampu menunjukkanyang terbaik. Tidak boleh kalah dari daerah lain. Ini kesempatan dalam mempromosikan Aceh Singkil, agar mendapat perhatian serius Pemerintah Aceh dan Pusat. Perhatian untuk Aceh Singkil, selama ini masih jauh dari harapan. Daerah kami ditetapkan sebagai kabupaten tertinggal satu-satunya di Aceh, namun porsi anggaran dari provinsi dan Pusat masih sangat minim.

Apa saja yang akan ditampilkan dalam ajang PKA, serta bagaimana persiapannya?
Kabupaten Aceh Singkil, akan mengikuti sekitar 30 kegiatan dalam PKA. Di dalamnyakami menampilkan kebudayaan, kesenian dan tari khas daerah Aceh Singkil. Seperti dampeng, adat pesta perkawinan,penampilan gunung-gunungan dan tari tradisional lainnya. Kemudian kuliner, seperti lokan krispi, kue sapit dan lainlain. Untuk kerajinan tradisional sulam kain kasab yang sebelumnya telah dipromosikan ke Malayasia, kembali akan diperkenalkan di PKA. Persiapan saya sampaikan kepada peserta supaya maksimal, karena PKA kali ini kita harus punya target. Paling tidak masuk tiga besar.

Bagaimana seharusnya PKA dikelola?
PKA jangan hanya sebatas kegiatan seremonial. Tapi harus ada tolak ukur dan target yang diraih dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagaimana strategi Anda memajukan pariwisata di Aceh Singkil?
Kami ajak semua pihak terlibat dalam mempromosikan wisata yang dimiliki Aceh Singkil. Tahun ini kami mendapat kabar baik, Pulau Banyak, ditetapkan sebagai kawasan destinasi Aceh. Ini kami anggap sebagai tangga, untuk melompat ke tahap selanjutnya. Kami berusaha supaya Kepulauan Banyak, masuk dalam destinasi wisata nasional.

Apa langkah Anda untuk memaksimalkan potensi tersebut?
Kabupaten Aceh Singkil, mendapat anugrah alam luar biasa. Memiliki Kepulauan Banyak dan Suaka Margasatwa Rawa Singkil. Kepulauan Banyak, merupakan destinasi wisata yang telah mendunia, keindahannya diakui wisatawan manca negara. Lalu Suaka Margasatwa Rawa Singkil, menjadi tempat flora dan fauna langka dunia. Tugas kita menjaga daerah wisata itu utuh dan terjaga. Dalam visi misi kami juga menetapkan daerah kepulauan sebagai kawasan khusus. Karena kami sadar menggarap wisata perlu perhatian khusus. Kami juga meyakini pariwisata mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika digarap serius. Namun serius saja tidak cukup, tapi perlu dukungan semua pemangku kebijakan serta masyarakat.

Apa kendala yang dihadapi dalam pengembangan pariwisata tersebut?
Terus terang kami kewalahan transportasi ketika turis datang dalam jumlah banyak. Kendala lain penginapan belum ada yang representatif. Di Pulau Banyak, belum ada hotel selain losmen milik warga. Hotel berbintang sangat dibutuhkan untuk menggarap pasar wisatawan Asia yang suka datang berombongan. Praktis yang saat ini hanya mengandalkan pasar wisatawan Eropa.

Dukungan seperti apa yang dibutuhkan Pemerintah Provinsi Aceh dan Pusat dalam mengembangkan budaya dan pariwisata?
Pulau Banyak, ditetapkan sebagai destinasi wisata Aceh. Kami berharap tidak hanya penyampaian secara lisan tapi harus memberikan program. Pemerintah Aceh dan Pusat, tolong plotkan anggaran pembangun pariwisata di Aceh Singkil, maksimal.

Apa harapan Anda kepada masyarakat, pelaku seni budaya dan pengusaha untuk mendukung PKA?
Kami berharap semua pihak bersungguh-sungguh, di ajang PKA ini kita harus menampilkan yang terbaik. Kepada kontingen yang berangkat, ingat kita menggunakan uang negara. Tampilah maksimal. Jangan memalukan daerah.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved