Mantan Elite GAM Diminta Konsolidasi Akbar

Pertemuan mantan kombatan dan elite GAM beberapa hari lalu di Hotel The Pade, Aceh Besar, dianggap

Mantan Elite GAM Diminta Konsolidasi Akbar
DOK SERAMBINEWS.COM
Ketua DPRA, Tgk Muharuddin 

BANDA ACEH - Pertemuan mantan kombatan dan elite GAM beberapa hari lalu di Hotel The Pade, Aceh Besar, dianggap sebagai sebuah langkah dan semangat baru untuk menggerakkan semua elemen dalam mewujudkan Aceh yang lebih baik ke depan. Hasil pertemuan terbatas para mantan pejuang itu diharapkan juga melahirkan sebuah konsolidasi akbar.

Ketua DPRA, Tgk Muharuddin, mengharapkan para mantan elite GAM yang telah menginisiasi pertemuan penting itu segera menggelar konsolidasi akbar seluruh mantan kombatan dan elite GAM di Aceh dalam waktu dekat.

“Kita berharap juga akan ada forum yang lebih besar, sebuah konsolidasi akbar untuk menyatukan kita seluruhnya,” kata Muharuddin saat diwawancarai Serambi, Selasa (31/7).

Menurut Muharuddin, konsolidasi akbar yang digelar nanti akan bisa mempersatukan semua eks kombatan di seluruh daerah, temasuk yang saat ini masih berada di luar negeri. “Maaf, kalau bisa bukan hanya eks kombatan GAM di sini, tapi juga yang lainnya seperti MP GAM bisa bersatu. Mantan elite GAM semua versi harus bersatu, kita sudah masuk fase damai, kita satukan semuanya,” kata Muharuddin.

Seperti diketahui, Sabtu (28/7) malam, sejumlah kombatan dan mantan elite GAM menggelar pertemuan terbatas. Dalam pertemuan itu, para mantan dan elite GAM yang selama ini terpecah akibat politik, sepakat untuk bersatu lagi.

“Pertemuan ini adalah sejarah, sebab lama kita tidak duduk bersama setelah terpecah-pecah dengan berbagai persoalan,” kata Ketua KPA Pusat, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem.

Menurut Muharuddin, wacana pertemuan itu sebenarnya juga pernah mencuat dalam dalam rapat DPRA dan DPRK se-Aceh beberapa waktu lalu. Salah satu point yang dihasilkan kemudian diserahkan kepada Wali Nanggroe adalah, adanya konsolidiasi di tingkat mantan elite GAM untuk menjaga kestabilan politik di Aceh.

“Alhamdulillah ternyata yang kita inginkan dalam rapat DPRA dan DPRK se-Aceh itu sudah terwujud pada pertemuan sesepuh kita kemarin,” sebutnya.

Muhar berkeyakinan, kesepakatan para senior eks GAM itu akan membawa dampak positif menjelang berlangsungnya pesta demokrasi pemilu legislatif dan pemilu presiden yang akan datang. “Kita cukup berbahagia tentunya. Ini adalah semangat baru untuk mewujudkan Aceh yang lebih baik, damai, aman, sejahtera, dan makmur,” ujar Ketua DPRA ini.

Apalagi diakuinya, DPRA yang selama ini didominasi partai lokal seperti kehilangan ruh akibat terjadinya perbedaan dan perpecahan di kalangan mantan kombatan dan elite GAM. “Padahal kita tahu bahwa adanya parlok di Aceh tak lepas karena proses perdamaian Aceh yang juga diinisiasi oleh para mantan elite GAM, para orang tua dan sesepuh kita tersebut,” demikian Muharuddin.

Ketua DPRA, Tgk Muharuddin mengatakan, dirinya selaku representatif parlemen tertinggi di Aceh punya ekspektasi besar. Selain untuk kestabilan politik, tentu ada hal lain yang lebih penting dari bersatunya para eks elite GAM. Salah satunya adalah mengawal pembangunan dan kekhususan Aceh.

“Semoga ini menjadi spirit tersendiri bagi Pemerinatah Aceh, baik eksekutif dan legislatif. Dengan bersatunya semua elemen Aceh, kita harapkan implementasi MoU Helsinki yang dijabarkan dalam UUPA akan terwujud. Bersama-sama nantinya kita kawal pembangunan dan kekhususan,” kata Muharuddin.

Muhar menyebutkan, selama ini ketika ada perbedaan di lingkaran mantan elite GAM, ada sebuah kekhawatiran pihaknya di DPRA. “Terbesit, kenapa kita tidak bersatu untuk membangun Aceh. Soal adanya perbedaan sejak beberapa tahun terakhir hanya persoalan komunikasi saja. Kalau terbangun komunikasi yang baik, ini nggak akan terjadi,” katanya.

Terakhir, dia mengatakan, menyatunya para mantan elite GAM ini tentu sangat menggembirakan karena para senior dalam perjuangan GAM dulu telah mampu mengesampingkan hal-hal yang berbeda di antara mereka, untuk memperkuat perdamaian Aceh.

“Semoga pertemuan ini dilanjutkan dengan pertemuan lanjutan. Kami sangat berharap, konsolidasi ini akan sekaligus mendukung kekhususan Aceh, sebagai wujud dari perdamaian Aceh yang didapat melalui MoU Helsinki,” demikian Tgk Muharuddin.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved