Tafakur

Mengajak Berbuat Dosa

Astaghfirullah, sangat menyedihkan melihat perilaku orang-orang yang mengajak melupakan Allah

Mengajak Berbuat Dosa

Oleh Jarjani Usman

“Siapa saja yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun” (HR. Muslim).

Astaghfirullah, sangat menyedihkan melihat perilaku orang-orang yang mengajak melupakan Allah. Seperti pada saat pembesar datang, seperti Presiden atau Menteri, acara penyambutan tidak dihentikan sejenak walau azan untuk shalat Zuhur sudah dikumandangkan. Padahal mengabaikan shalat berdosa besar, apalagi mengajak orang banyak untuk ikut mengabaikannya juga. Berlipat ganda dosa yang harus ditanggung.

Kalau direnungi, sungguh kecil seorang makhluk yang dianggap orang besar dibandingkan dengan keagungan Allah. Namun mengapa hanya karena kedatangan seorang pembesar datang, panggilan Allah diabaikan begitu saja? Sanggupkah seorang pemimpin mengemban dosa dirinya dan dosa semua orang lain karena mengabaikan shalat?

Padahal kalau memang seorang pemimpin benar-benar beriman dan bertakwa, akan mengajak diri dan orang-orang bersamanya untuk shalat. Para pembesar dan rombongan juga akan sangat mengerti akan adanya kewajiban tersebut. Seorang pemimpin tidak akan jatuh martabatnya atau terhina di hadapan seorang menteri untuk menghentikan acara sebentar untuk beribadah bersama-sama. Apalagi hanya butuh sepuluh menit saja.

Bahkan seorang pemimpin akan semakin tinggi martabatnya bila mengutamakan Allah dibandingkan dengan makhluk-makhluk yang lain. Jangan sampai kita tergiring dalam perbuatan mempersekutukan Allah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help