Penipuan Emas di Pidie Jaya Mencapai Rp 900 Juta, Milik Toke 1,2 Kg Emas

Dari pengakuan, uang sebesar Rp 900 itu diantaranya Rp 600 juta digunakan untuk menghidupi kebutuhan hidupnya sehari-hari

Penipuan Emas di Pidie Jaya Mencapai Rp 900 Juta, Milik Toke 1,2 Kg Emas
Kapolres Pidie AKBP Andy NS Siregar SIK (Dua kanan) bersama Kabagop Kompol Juli Efendi SH (Kanan), dan Kasat Resrkrim AKP Mahliadi ST MM (Dua kiri) memperlihatkan 50 item perhisan emas, perak, dan perunggu dari pelaku penggelapan dan penipuan, Makmun M Ali pada Toko Bahagia Trienggadeng Pidie Jaya dalam pada acara Konferensi pers di Mapolres setempat, Rabu (1/8/2018). SERAMBI/IDRIS ISMAIL 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Pelaku penggelapan dan penipuan emas di Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya (Pijay), Makmun M Ali (38), warga Gampong Keudee Trienggadeng, Pijay pada Toko Emas Bahagia Trienggadeng telah menghabiskan uang Rp 900 juta.

Sedangkan Rp 300 juta diantaranya dihabiskan untuk judi online.

"Dari hasil penyidikan, ternyata Makmun M Ali sejak 2013 hingga 2018 atau enam tahun terakhir pelaku telah melakukan penggelapan dan penipuan terhadap puluhan warga Pijay dengan menghabiskan Rp 900 juta lebih,"sebut Kapolres Pidie, AKBP Andy NS Siregar SIK melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi ST MM kepada Serambinews.com, Rabu (1/8/2018).

Baca: Pemodal Tambang Emas Ilegal di Geumpang Ditangkap, Punya Beko Miliaran Rupiah Sampai Toko Emas

Dari pengakuan, uang sebesar Rp 900 itu diantaranya Rp 600 juta digunakan untuk menghidupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Selebihnya Rp 300 juta digunakan untuk judi online.

Malahan emas milik H Ishak selaku pemilik toko Emas Bahagia, Trienggadeng 1,2 Kg emas ludes dihabisi oleh Makmun M Ali.

Tidak tertutup kemungkinan ada sekitar 706 mayam emas warga yang telah dihabisi oleh sang pelaku.

Praktek bisnis haram sang pelaku resmi dihentikan setelah 20 dari 60 korban melapor secara resmi ke aparat penegak hukum Polres Pidie sejak 16 Juli lalu.

Baca: Bermuatan 200 Ton Emas, Kapal Rusia yang Karam 113 Tahun Lalu Ditemukan

Makmun M Ali langsung di cokok di rumah kediamannya Gampong Keudee, Kecamatan Trienggadeng.

"Dengan demikian pelaku telah memenuhi unsur pidana penggelapan dan penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 jo 378 KUHP dengan ancaman kurungan penjara maksimal 4 tahun penjara dan kini ditahan di prodeo Mapolres," jelas Mahliadi.

Tak hanya itu saja, tim penyidik juga turut menyita Barang Bukti (BB) berupa 50 item atau jenis perhiasan emas, perak, serta perunggu dari toko Bahagia Trienggadeng, Pijay tersebut. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved