Polisi Hadirkan Saksi Ahli

Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Aceh Selatan masih melengkapi berkas dua tersangka

Polisi Hadirkan Saksi Ahli
KAPOLRES Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono ST didampingi Wakapolres, Iskandar SE.Ak dan Kasat Reskrim, Iptu Irwansyah memperlihatkan barang bukti kulit Harimau dalam Konferensi Pers yang berlangsung di Mapolres setempat, Senin (23/7). 

* Terkait Kasus Penjualan Kulit Harimau Sumatera

TAPAKTUAN - Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Aceh Selatan masih melengkapi berkas dua tersangka pemburu dan penjual kulit Harimau Sumatera yakni SW (47) dan SM (45), warga Subulussalam yang ditangkap di Gampong Kapeh, Kecamatan Kluet Selatan beberapa waktu lalu.

Untuk melengkapi berkas perkara kedua tersangka tersebut kemarin Polres Aceh Selatan mendatangkan saksi ahli dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Drh Taing Lubis MM, untuk dimintai keterangannya terkait dengan kondisi kulit harimau yang disita dan diamankan dari kedua tangan tersangka.

Didampingi Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono ST dan Kasat Reskrim, Iptu Irwansyah drh Taing Lubis MM langsung melakukan pengujian terhadap kulit harimau Sumatera tersebut dan hasilnya membuktikan bahwa kulit tersebut asli kulit harimau Sumatera yang keberadaannya dilindungi Undang-undang.

“Penyidik sudah mengambil keterangan ahli dari pihak BKSDA Aceh terkait kulit harimau Sumatera yang merupakan satwa liar yang dilindungi ini. Saksi ahli menyatakan bahwa kulit harimau ini asli dan merupakan satwa langka yang dilindungi dalam Undang-undang,” jelas AKBP Dedy Sadsono ST.

Saksi Ahli dari BKSDA Aceh drh Taing dalam keterangannya kepada wartawan menjelaskan bahwa kulit harimau tersebut berjenis kelamin jantan terbaik. “Ini harimau dewasa, jantan terbaik dan yang beginilah yang dicari dan harganya mahal, kalau di bilang masih sekali itu saya tidak percaya karena cara mengambil kulitnya sudah sangat pengalaman,” ungkap drh Taing.

Ditanya apakah pada kulit harimau itu sudah dipakai pengawet drh Taing mengaku tidak ada berbau spesifik pada kulit harimau tersebut. Sebab menurutnya, jika tersangka menggunakan formalin maka kulit tersebut akan mengeras.

“Kalau kena formalin ini keras, cuma dengan kondisi kulit seperti ini mereka hanya menggunakan alkohol,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Selatan berhasil membekuk dua pelaku penjual satwa dan pemburu satwa liar dilindungi di Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan.

Kedua pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka saat ini bersama barang bukti diamankan di Mapolres Aceh Selatan guna pengusutan lebih lanjut.(tz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help