Buron Sejak 2017, Kejati Sumut Tangkap Mantan Pimpinan Cabang BRI Agro Pekanbaru di Medan

Kasipenkum Kejati Sumut menjelaskan tersangka merupakan buronan kasus kredit fiktif Bank Agro Pekanbaru yang merugikan negara Rp 5,3 miliar.

Buron Sejak 2017, Kejati Sumut Tangkap Mantan Pimpinan Cabang BRI Agro Pekanbaru di Medan
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Tersangka Syahroni Hidayat saat diamankan di Kantor Kejati Sumut, Kamis (2/8/2018). 

Laporan Rahmad Wiguna | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Mantan Kepala Cabang BRI Agro Pekanbaru, Syahroni Hidayat yang menjadi buronan Kejari Pekanbaru ditangkap aparat Kejati Sumut di Perumahan Johor Indah Permai II, Medan, Rabu (1/8/2018) malam.

Kasipenkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, menjelaskan tersangka merupakan buronan kasus kredit fiktif Bank Agro Pekanbaru yang merugikan negara Rp 5,3 miliar.

Penangkapan terhadap tersangka karena mendapatkan informasi dari Kejari Pekanbaru dan Kejati Riau, bahwa tersangka tidak pernah hadiri memenuhi panggilan penyidik semenjak Desember 2007.

Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap tersangka baru diterbitkan pada 2017 lalu.

"Dari informasi tersebut, pihak Kejati Sumatra Utara kemudian melakukan penelusuran informasi tentang keberadaan tersangka dan langsung melakukan penangkapan yang dipimpin langsung Asintel Kejati Sumatra Utara, Leo Simanjuntak," kata Sumanggar, Kamis (2/8/2018).

Baca: Adik Tebas Leher Abang Kandung hingga Meninggal di Aceh Utara, Begini Kronologisnya

Baca: BWF World Championships 2018 - Live TVRI & Live Streaming Babak 16 Besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis

Baca: Permohonan Steffy Burase Setelah Diperiksa 11 Jam Oleh KPK Terkait Aliran Dana dari Irwandi Yusuf

Dalam kasus ini ada dua tersangka, satu tersangka lainnya Jauhari Y Hasibuan selaku mantan pegawai PTPN V telah meninggal dunia.

Kasus bermula dari pengucuran dana oleh BRI Agro Cabang Pekanbaru untuk dana modal kerja pembiayaan dan pemeliharaan kebun kelapa sawit di Desa Pauh, Kecamatan Bonaidarussalam, Rohul dengan total plafon Rp 5,3 miliar.

Belakangan lahan yang diagunkan seluas 54 hektare kepada 18 debitur atas insial S tidak bisa dikuasai pihak bank, dan selain itu lahan tersebut masuk kawasan kehutanan sehingga status tanah tidak dapat ditingkatkan menjadi SHM.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help