Nazir Adam Pimpin PSSI Aceh

Melalui sebuah proses demokrasi yang dinamis dan mengacu pada Statuta PSSI, akhirnya Nazir Adam meraih suara

Nazir Adam Pimpin PSSI Aceh
KETUA Umum Asprov PSSI Aceh, Nazir Adam berfoto bersama voters usai Kongres PSSI Aceh di Hotel Grand Aceh Syariah, kemarin. 

BANDA ACEH - Melalui sebuah proses demokrasi yang dinamis dan mengacu pada Statuta PSSI, akhirnya Nazir Adam meraih suara terbanyak sekaligus menjadi Ketua Umum terpilih Asprov PSSI Aceh periode 2018-2022, dalam Kongres Asprov PSSI Aceh, di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh, Rabu (1/8) kemarin.

Nazir Adam meraih 22 suara, hanya unggul satu suara dari calon lainnya, HM Zaini Yusuf ST yang meraih 21 suara. Kedua kandidat ketua itu meraih suara bak rally-point dalam pertandingan bulutangkis atau bola voli.

Keduanya saling kejar hingga meraih angka sama 21-21, sampai kemenangan ditentukan pada lembar kertas suara terakhir. Hingga floor ruang rapat di Grand Aceh Syariah itu bagai meledak dengan sambutan histeris pendukung Nazir Adam, sejenak announcer pemilihan membacakan kertas suara terakhir, hingga Nazir Adam unggul hanya satu suara.

Sebelumnya, calon ketua ada empat orang, yaitu HM Zaini Yusuf, H Nazaruddin, Nazir Adam, dan Sapriantoni. Nazaruddin menyatakan mundur sehari sebelum Konggres digelar. Sedangkan Safriantoni atau dikenal dengan Pang Toni, tak muncul di arena kongres hingga berakhir, tadi malam sejenak usai Magrib.

Proses pemilihan yang alot juga terjadi pada pemilihan calon wakil ketua. Layaknya calon ketua, sesi pemilihan wakil ketua itu juga hanya diikuti dua orang, yaitu Mukhlis Zulkifli dan Yahdi Hasan. Raihan suara kedua calon wakil ketua juga kejar kejaran hingga kertas terakhir dibacakan. Seperti pemilihan ketua, wakil ketua ini juga hanya punya satu selisih suara.

Mukhlis Zulkifli atau lazim disapa Ngoh itu akhirnya terpilih sebagai Wakil Ketua Asprov PSSI Aceh periode 2018-2022. Layaknya Nazir Adam, Mukhlis juga meraih 22 suara dan Yahdi Hasan harus puas dengan 21 suara.

Setelah pemilihan ketua dan wakil ketua, lalu dilakukan pemilihan Exco PSSI Aceh. Sesuai dengan kesepakatan, exco yang dipilih adalah tujuh orang. Hasil akhir floor suara untuk Exco PSSI Aceh itu adalah, Muhammad Amin, Bardan Sahidi, H Ade Zulfadli, Munzir Amin, Hasbi, Zulkiram Hs Basri, dan Kennedy Husen.

Kongres PSSI Aceh yang diinisiasi Komite Bersama (KB), Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) itu berjalan alot. Hujan interupsi mulai terjadi sejenak floor dibuka, seusai Kongres secara resmi dibuka oleh Plt Gubernur Aceh yang diwakili Asisten III Kamaruddin Andalah.

Turut hadir, Ketua KONI Aceh Muzakir Manaf, Ketua Harian Kamaruddin Abubakar, Ketua Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (Baori) DR Sudirman, serta Exco PSSI DR Hidayat M.

Sidang pertama dipimpin oleh M Nasir PA selaku Ketua KB. Setelah itu diserahkan kepada KP yang dipimpin oleh Nuzuli. Saat akan dimulai proses pemilihan, floor kongres tiba tiba memanas. Bahkan sempat dilakukan skor sidang, karena menyangkut soal prosentase pencalonan. Namun polemik itu berakhir setelah turun tangan Exco PSSI serta Ketua KBP, Kurniawan SH LLM. “Ini benar benar melelahkan, namun menghasilkan yang terbaik untuk Asprov PSSI Aceh, melalui proses demokrasi yang elegant dan fair,” ujar Nuzuli, ketua KP.

Ketua Umum PSSI Aceh terpilih, Nazir Adam mengucapkan terima kasih kepada voters, Askab, Askot, dan klub yang sudah memilih dan memberikan kepercayaan kepada dirinya. “Usai Kongres ini tak ada lagi rivalitas. Kita akan rangkul dan membuka hubungan kepada semua Askab/Askot dan klub di seluruh Aceh,” ungkapnya kepada Serambi tadi malam.

Program awal yang akan dilakukan, mantan Wakil Bupati Pidie tersebut menyebutkan, dia segera melakukan konsolidasi dengan para exco yang terpilih. Di mana, agenda ke depan sangat banyak seperti workshop Liga 3, kompetisi Liga 3, PORA di Jantho, dan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) 2019 di Bengkulu.

Menurutnya, sudah dua kali pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau, dan 2016 Jawa Barat, Tanah Rencong absen dalam even empat tahun tersebut. Guna mewujudkan keinginan itu perlu kerja sama semua pihak untuk mendukungnya.

“Setelah ini, kita langsung bergerak. Karena, kompetisi Liga 3 paling mendesak untuk kita gulirkan. Hal ini karena babak nasional segera digelar. Apalagi, banyak klub sudah mempersiapkan timnya jauh-jauh hari,” tegasnya.(nur/ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved