Pengadilan Negeri Sabang Vonis Nakhoda Kapal STS 50 Denda Rp 200 Juta

Matveev dinyatakan bersalah melanggar Pasal 97 ayat (1) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan.

Pengadilan Negeri Sabang Vonis Nakhoda Kapal STS 50 Denda Rp 200 Juta
ist
Nahkoda kapal STS 50, Matveev Alexandr, warga negara Rusia divonis denda Rp 200 juta oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sabang, Kamis (2/8/2018). 

Laporan Masrizal | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG – Nahkoda kapal STS 50, Matveev Alexandr, warga negara Rusia divonis denda Rp 200 juta oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sabang, Kamis (2/8/2018).

Matveev dinyatakan bersalah melanggar Pasal 97 ayat (1) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan.

Putusan itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Zulfikar SH MH didampingi hakim anggota, Junita SH dan Nurul Hikmah SH MH di hadapan terdakwa yang hanya didampingi juru bahasa, tanpa pengacara.

Pembacaan putusan itu turut disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sabang, Muhammad Rizza SH dan Mawardi SH.  

Baca: Kapal Asing Angkut 3 Ton Sabu Ditangkap, 27 ABK Asal Indonesia, Cina dan Korea Ikut Diamankan

“Menghukum terdakwa berupa denda Rp 200.000.000 subsidiair empat bulan kurungan,” demikian bunyi putusan.

Majelis hakim juga menyita sejumlah barang bukti seperti satu unit kapal FV STS-50, peralatan kapal FV STS-50 terdiri dari GPS, kemudi, alat komunikasi, dan alat navigasi, 150 alat tangkap bubu, serta alat tangkap jaring gill net siap pakai 600 buah dan yang belum dirangkai 118 buah.  

Sementara barang yang dikembalikan kepada terdakwa empat buku pelaut dan satu lembar asli Provisional Minimum Certificate (PCM).

Terhadap putusan itu, JPU dan terdakwa Matveev menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari, menerima atau melakukan banding.

Baca: Kapal Asing Singgah di Perairan Lhok Kruet, Seorang WNA Terluka

Sebelumnya, kapal STS-50 berbendera Togo (Afrika) yang dinahkodai terdakwa Matveev Aleksandr, kewarganegaraan Rusia, ditangkap oleh TNI AL Sabang (KAL Simeulue) di perairan Sabang pada Jumat 6 April lalu sekira pukul 16.00 WIB.

Kapal itu ditangkap saat melintasi wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) dengan kondisi alat penangkap ikan yang berada dikapal tidak disimpan didalam palka kapal.

Sejak ditangkap, nahkoda kapal bersama anak buah kapal (ABK) tinggal di mess Lanal Sabang. Sementara kapal tersebut kini bersandar di Dermaga Lanal Sabang. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help