Dinilai Timbul Kegelisahan Warga, Komisi DPRK Pidie Minta Penyuntikan Vaksin MR Dihentikan

"Saat ini, timbul kegelisahan dari orang tua murid terhadap vaksin rubella yang belum keluarnya fatwa halal secara resmi dari MUI,"

Dinilai Timbul Kegelisahan Warga, Komisi DPRK Pidie Minta Penyuntikan Vaksin MR Dihentikan
SERAMBINEW.COM/M NAZAR
Ketua Komisi D DPRK Pidie, Samsul Bahri. 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEW.COM, SIGLI - Komisi D DPRK Pidie, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie untuk menghentikan suntik vaksin campak/meales dan rubella (MR) yang dilakukan terhadap murid di sekolah maupun madrasah.

Imunisasi MR dihentikan, menyusul timbul kegelisahan dari masyarakat.

Sebab, vaksin tersebut belum diterbitkan label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie telah melaunching program Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI itu di SDN Rawa, Kecamatan Kota Sigli, Rabu (1/8/2018).

Baca: Terkait Imunisasi Measles Rubella, Ini Sikap Jajaran Kakemenag Pijay

Launching tersebut dipimpin Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik.

"Saat ini, timbul kegelisahan dari orang tua murid terhadap vaksin rubella yang belum keluarnya fatwa halal secara resmi dari MUI," tukas Ketua Komisi D DPRK Pidie membidangi kesehatan, Samsul Bahri, kepada Serambinews.com, Jumat (3/8/2018).

Baca: Soal Penundaan Suntik Vaksin Rubella, Rislizar Nas: Ini Terkait UU Jaminan Produk Halal

Untuk itu, Dinkes Pidie supaya menghentikan sementara kegiatan imunisasi MR yang telah dilakukan selama dua hari.

Imunisasi itu dilanjutkan kembali saat fatwa halal secara resmi telah turun dari MUI. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved