Opini

Haji Perubahan

SELURUH kelompok terbang jamaah haji embarkasi Aceh (kloter BTJ) 2018, masuk dalam pemberangkatan gelombang kedua

Haji Perubahan
RIBUAN jamaah haji melaksanakan Tawaf. ANTARA/SAPTONO 

Oleh Sulaiman Abda

SELURUH kelompok terbang jamaah haji embarkasi Aceh (kloter BTJ) 2018, masuk dalam pemberangkatan gelombang kedua. Dengan demikian, Kloter pertama embarkasi Aceh (BTJ 01) dijadwalkan masuk Asrama Haji Embarkasi Aceh pada Jumat, 3 Agustus 2018.

Para tamu Allah ini berangkat dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA), Jeddah, Arab Saudi, pada Sabtu, 4 Agustus 2018.

Berhaji di bulan Agustus menempatkan jamaah haji Aceh dalam spirit perdamaian. Aceh, pada 15 Agustus 2018 ini akan memperingati 13 tahun usia perjalanan MoU Helsinki.

Anugerah damai yang sudah berusia 13 tahun ini, patut kita syukuri sekaligus perlu kita doakan secara bersama-sama. Bagi jamaah haji dapat menyertakan doa perdamaian, sehingga semua kita dapat terus mempertahankan damai sepanjang masa.

Bukan hanya doa agar Allah Swt terus menganugerahkan damai kepada Aceh, tapi juga doa agar semua kalangan dan pihak di Aceh dapat membawa perubahan yang berarti bagi Aceh di sisa waktu pengelolaan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), sehingga tidak lagi sia-sia dalam pengelolaannya.

Jika semua pihak dapat memastikan DOKA bermanfaat maka bulan Agustus sebagai bulan peringatan kemerdekaan RI juga lebih bermakna sekiranya DOKA dapat memerdekakan Aceh dari status ketertinggalannya, merdeka dari kemiskinannya, merdeka dari kebodohannya, dan merdeka dari segenap problem kesehatan.

Insan perubahan
Jamaah haji asal Aceh juga diharapkan menjadi insan perubahan yang terbentuk dari kesadaran thawaf dan sa’i selama berhaji. Kita harus memiliki kesadaran ber-thawaf bahwa untuk membuka pintu kemajuan diperlukan gerak bersama secara fisik dan hati, sekaligus memiliki kesadaran sa’i guna memancarkan “zamzam” kemakmuran yang dapat melepaskan rakyat dari dahaga hidup yang terus dikepung masalah demi masalah, akibat salah urus pembangunan.

Makna gerak thawaf dan sa’i ini jika kita kaitkan dengan penguatan DOKA ke depan, berarti sangat penting bagi eksekutif dan legislatif memiliki fokus anggaran. Kita harus berani mengakui, posisi Aceh yang masih termiskin di Sumatera adalah bukti bahwa fokus anggaran kita tidak tepat. Untuk itu, sangat utama menemukan fokus anggaran yang lebih sesuai, sehingga Aceh bisa bebas dari kemiskinan.

Untuk itu, jamaah haji Aceh perlu mendoakan agar semua pihak terbuka pikiran dan hatinya, sehingga dapat mengarahkan sisa DOKA untuk kegiatan yang berguna. Misalnya, menjadikan sisa DOKA untuk menopang dan membangkitkan sektor produksi.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help