Hanyut di Sungai Tamiang, Remaja Kuala Penaga Ditemukan Meninggal 300 Meter dari Lokasi Tenggelam

Setelah dilakukan pencarian sehari semalam, Keysa ditemukan dalam kondisi terapung di Sungai Tamiang.

Hanyut di Sungai Tamiang, Remaja Kuala Penaga Ditemukan Meninggal 300 Meter dari Lokasi Tenggelam
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Warga Kuala Penaga, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang melaksanakan fardhu kifayah terhadap Keysa (12), remaja yang hanyut di Sungai Tamiang dan ditemukan dalam kondisi meninggal, Jumat (3/8/2018). 

Laporan Muhamamd Nasir I Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Keysa (12), remaja putri warga Kuala Penaga, Kecamatan Bendahara yang hanyut di Sungai Tamiang, ditemukan dalam kondisi meninggal 300 meter dari Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Kuala Penaga, Jumat (3/8/2018).

Camat Bendahara, Ibnu Hajar kepada Serambinews.com, Jumat (3/8/2018) mengatakan, setelah dilakukan pencarian sehari semalam oleh tim SAR Aceh Tamiang dibantu Babinsa, Babinkamtibmas dan warga setempat, Keysa ditemukan dalam kondisi terapung di Sungai Tamiang.

Selanjutnya, murid sekolah dasar itu dibawa pulang ke rumah orang tuanya di Dusun Singgah Mata, Desa Kuala Penaga untuk dilaksanakan fardhu kifayah.

Diberitakan sebelumnya, empat remaja putri usia 12 tahun yang sedang mandi di lokasi pendaratan ikan Gampong Kuala Penaga, Kecamatan Bendahara, terserat arus Sungai Tamiang.

Tiga berhasil diselamatkan warga, sementara Keysa (12) tak dapat diselamatkan.

Baca: Hati-Hati, Daging Ayam Bisa Jadi Penyebar Wabah Penyakit

Baca: Kipas Angin Masjid Al Ikhlas di Kota Juang Bireuen Digondol Maling

Baca: Hurairah, Atlet Hapkido Asal Aceh Sabet Dua Medali Emas pada Kejuaraan Dunia di Korsel

Ketika itu, Camat Bendahara, Ibnu Hajar mengatakan, musibah ini bermula ketika enam remaja putri warga Gampong Kuala Penaga yang rata-rata berusia 12 tahun itu, sekira pukul 15.00 WIB duduk-duduk di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di desa itu.

Setengah jam kemudian empat orang diantaranya turun ke sungai untuk mandi, sementara dua remaja lagi tetap duduk di TPI menonton rekannya yang mandi.

Ketika keempat remaja ini turun ke sungai untuk mandi, mereka langsung tenggelam dan terseret arus padahal mereka diinformasikan bisa berenang.

Dua rekannya yang duduk di TPI melihat temannya timbul-tenggelam, langsung berteriak dan meminta pertolongan warga yang ada di sekitar TPI.

Teriakan itu didengar Azwan (37), seorang pedagang kepiting juga warga setempat yang secara kebetulan berada dekat lokasi.

Azwan pun langsung bergegas melompat ke sungai memberikan pertolongan kepada empat remaja putri ini.

Tiga diantaranya dapat terselematkan sementara satu remaja putri Keysa tidak berhasil diselamatkan.(*)

Penulis: Muhammad Nasir Tamiang
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved