Tafakur

Merasa Sibuk

Tak jarang didapati masjid atau meunasah yang hanya ada beberapa orang jamaah shalat

Merasa Sibuk

Oleh: Jarjani Usman

“Tuhanmu berfirman...’Wahai anak Adam, janganlah menjauh dari-Ku. Jika demikian, Aku akan memenuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku akan memenuhi tangan-Mu dengan kesibukan’” (HR. Al Hakim).

Tak jarang didapati masjid atau meunasah yang hanya ada beberapa orang jamaah shalat. Kalau dihitung-hitung, hanya 1 hingga 5 persen dari jumlah penduduk di sekitar. Sedangkan 95 hingga 99 persen yang lain merasa dirinya sibuk.

Pada saat shalat jamaah Maghrib, banyak yang merasa sibuk pulang kerja. Saat Isya, lelah pulang dari kerja. Pada waktu Subuh, tak sanggup bangun demi kecukupan waktu istirahat agar segar kembali saat bekerja. Saat Ashar dan Zuhur, sedang sibuk bekerja. Demikianlah seterusnya hingga maut datang menjemput.

Padahal semua itu hanya perasaan sibuk yang diperturutkan. Perasaan menjadi demikian lazimnya karena sudah menjadi tawanan setan. Akan terus demikian, bila tak dilawan.

Bila tidak dilawan, perasaan sibuk itu terus membiarkan kita dalam kerugian. Setiap waktu shalat kita rugi hingga 27 derajat, apalagi bila dikalikan lima kali sehari semalam. Lebih banyak lagi ruginya bila dikalikan seminggu, sebulan, setahun, dan bahkan seumur hidup.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved