Pasutri Divonis 6,3 Tahun Penjara

Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat, Kamis (2/8) menjebloskan pasangan suami istri (pasutri)

Pasutri Divonis  6,3 Tahun Penjara
kompas.com
Ilustrasi 

* Terlibat dalam Prostitusi Anak

MEULABOH - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat, Kamis (2/8) menjebloskan pasangan suami istri (pasutri) Herwin (43) dan Eka Yanti (38), terdakwa dalam perkara prostitusi (kejahatan seksual) terhadap anak di bawah umur ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Meulaboh.

Keduanya divonis masing-masing 75 bulan (6,3 tahun) penjara dalam sidang penutup di Mahkamah Syariah (MS) Meulaboh.

Informasi diperoleh Serambi kemarin, sidang vonis terhadap terdakwa digelar pada pekan lalu dan pada Kamis (2/8) sudah dinyatakan inkrah (berkekuatan hukum tetap). Kedua pihak yakni jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Aceh Barat dan terdakwa menyatakan menerima setelah sebelumnya pikir-pikir.

Sidang di Mahkamah Syariah sebelumnya digelar tertutup karena korban merupakan anak yang masih di bawah umur. Vonis hakim Mahkamah Syariah Meulaboh lebih tinggi dari tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut masing-masing terdakwa 50 kali cambuk, atau denda 500 gram emas murni, atau 50 bulan penjara.

Namun hakim menjatuhi vonis masing-masing selama 75 bulan (6,3 tahun) penjara dan perintah tetap ditahan. Kajari Aceh Barat Ahmad Sahruddin MH melalui JPU Dedek Sumartha Suir SH kemarin mengatakan pihak jaksa sudah melakukan eksekusi terhadap pasutri yang terlibat dalam perkara prostitusi anak itu ke LP Meulaboh untuk menjalani hukuman.

“Kasusnya sudah inkrah. Pihak terdakwa dan JPU sudah menerima. Sebelumnya sempat pikir-pikir,” kata Dedek. Seperti diberitakan Polres Aceh Barat membongkar kasus prostitusi (kejahatan seksual) melibatkan anak di bawah umur pada sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Aceh Barat, Jumat 16 Maret 2018 lalu.

Polisi mencokok pasangan suami istri (pasutri) yang diduga terlibat. Serambi seorang anak perempuan, yang juga warga Aceh Barat, sebut saja namanya Jingga (15), masih duduk di sekolah lanjutan pertama yang merupakan korban dalam kasus ini dikembalikan kepada orang tuanya setelah sebelumnya diamankan polisi.

Pasutri berperan sebagai mucikari tersebut selama ini disinyalir sebagai penyedia tempat yang sekaligus menghubungi pria hidung belang. Sedangkan pria hidung belang yang selalu menggunakan layanan seksual anak tersebut sudah mencapai belasan orang.

Mengenai tarif, menurut keterangan tersangka Rp 500.000 sekali pakai. Dari pembayaran tersebut, pasutri menerima Rp 200.000 dan Jingga kebagian Rp 300.000.

Belum Tertangkap
Sementara itu informasi diperoleh Serambi kemarin polisi hingga kini belum berhasil menangkap seorang pria yang disebut-sebut sebagai pria hidung belang dalam kasus prostitusi anak tersebut. Pria tersebut merupakan jaringan dari pasutri yang tertangkap.

Polisi sempat memburu pria yang tercacat warga Aceh Barat ini hingga ke Medan karena kabur. Pria ini merupakan kunci dalam kasus ini untuk mengungkap pemakai lain yang selama ini sering menggunakan layanan dari Jingga (15), anak di bawah umur yang menjadi korban tersebut. “Belum tertangkap,” ujar sumber tersebut.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help