Salam

Publik Penasaran Menanti Siapa yang Jadi Cawapres

Sejak awal tahun 2018 ini, perhatian publik mengenai politik seolah terarah pada persaingan antarcalon kontestan Pemilihan Umum

Publik Penasaran Menanti Siapa yang Jadi Cawapres
kpud-madinakab.go.id
Pemilu 2019 

Sejak awal tahun 2018 ini, perhatian publik mengenai politik seolah terarah pada persaingan antarcalon kontestan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Dan, hari ini, yang mengkristal adalah ada dua nama calon presiden, yakni Jokowi dan Prabowo Subianto. Mereka masing-masing diusung oleh dua koalisi partai politik. Lalu, dari dua koalisi itu, masing-masing muncul pula sekitar lima calon wakil presiden. Selain dari kader partai pengusung, juga ada dari nonkader parpol, semisal dari kalangan ulama dan cendikiawan muslim.

Itulah yang daopat kita tangkap dari kenyataan dalam sepekan terakhir, terutama berpedoman pada sejumlah survei. Walau hal itu masih berpotensi berubah, setidaknya pertarungan dipastikan akan menghadirkan kubu keduanya. Menurut para analis, karena kubu Jokowi dan kubu Prabowo, masing-masing dengan segenap elemen politik pendukungnya, mendominasi percaturan politik nasional di dalam negeri.

Dalam rivalitas Jokowi dan Prabowo, fokus perhatian publik saat ini adalah siapa bakal cawapresnya. Survei sejumlah lembaga bulan lalu marak menyinggung posisi cawapres. Namun, baik Jokowi maupun Prabowo belum mengumumkan pendampinya. Seolah kedua kubu sama-sama tak ingin duluan.

Siapapun yang dipilih kelak, apakah satu dari nama-nama yang telah muncul selama ini, ataukah figur lain, tentu berpulang pada Jokowi dan Prabowo bersama parpol pendukungnya. Satu hal yang pasti, posisi cawapres sangat strategis, karena berpeluang besar menjadi capres 2024. Tetapi, tentu ada syaratnya, yakni mampu memainkan peran signifikan dalam setiap proses pengambilan kebijakan dan eksekusinya di lapangan.

Publik tentu berharap, figur cawapres yang dipilih Jokowi atau Prabowo, nantinya jangan sekadar memanfaatkan posisi wapres sebagai batu loncatan untuk mengincar posisi presiden lima tahun berikutnya. Juga bukan figur yang menjadi alat untuk memperjuangkan kepentingan politik praktis parpol pengusungnya.

Harapan publik cawapres yang dipilih adalah figur negarawan yang memiliki kapasitas profesional mendukung tugas-tugas kepresidenan menjalankan mandat konstitusional, dan secara khusus mampu melengkapi atau memperkuat kinerja presiden pada bidang-bidang yang tantangannya cukup berat atau yang menjadi prioritas lima tahun ke depan.

Selain itu, secara politik, figur cawapres juga jangan sampai justru menjadi beban yang bisa mengganggu jalannya roda pemerintahan, baik melalui pernyataan maupun perilakunya. Hal ini penting diingatkan supaya pemerintah tidak disibukkan oleh berbagai kegaduhan kontraproduktif, yang umumnya bersumber dari manuver politik orang-orang yang seharusnya membantu presiden.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help