Selama Pembangunan Gedung Baru, Siswa SMAN 1 Banda Aceh Gunakan Kelas Secara Bergantian

proses belajar mengajar harus tetap berjalan dalam kondisi apapun, termasuk dalam masa rekonstruksi gedung sekolah

Selama Pembangunan Gedung Baru, Siswa SMAN 1 Banda Aceh Gunakan Kelas Secara Bergantian
SERAMBINEWS.COM/EDDY FITRIADY
SMAN 1 Banda Aceh yang merupakan SMA tertua di Aceh kini tengah dibangun ulang. Untuk membangun 24 ruang kelas baru (RKB) sesuai grand design SMAN 1, pihak sekolah terpaksa meruntuhkan nyaris seluruh bangunan lama 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - "Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian." Begitulah ungkapan sang Kepala SMA 1 Banda Aceh, Khairurrazi SPd MPd saat ditanya mengenai aktivitas belajar di sekolah tersebut selama pembangunan gedung baru.

Menurutnya, proses belajar mengajar harus tetap berjalan dalam kondisi apapun, termasuk dalam masa rekonstruksi gedung sekolah.

Baca: SMAN 1 Banda Aceh Dibangun Ulang, Begini Nasib Gedung Belanda yang Berada di Depan Sekolah

SMAN 1 Banda Aceh yang merupakan SMA tertua di Aceh kini tengah dibangun ulang. Untuk membangun 24 ruang kelas baru (RKB) sesuai grand design SMAN 1, pihak sekolah terpaksa meruntuhkan nyaris seluruh bangunan lama
SMAN 1 Banda Aceh yang merupakan SMA tertua di Aceh kini tengah dibangun ulang. Untuk membangun 24 ruang kelas baru (RKB) sesuai grand design SMAN 1, pihak sekolah terpaksa meruntuhkan nyaris seluruh bangunan lama (IST)

Untuk itu, pihaknya terpaksa membagi ruang belajar yang ada, untuk digunakan 'siswa pagi' dan 'siswa sore'.

"Kami harus berlakukan shift, supaya semuanya bisa belajar. Jadi kami betul-betul meminta pengertian orang tua dan siswa sendiri, tak apa-apa kita bersakit-sakit dahulu enam bulan ini, setelah itu insya Allah SMA 1 lebih representatif," ujarnya, Minggu (5/8/2018).

Untuk diketahui, SMAN 1 Banda Aceh merupakan SMA tertua di Aceh yang berdiri sejak tahun 1946.

Baca: VIDEO - Api Obor Asian Games Tiba di Banda Aceh

Ruang kelas dan sejumlah fasilitas yang diruntuhkan untuk dibangun ulang itu, rata-rata berusia lebih dari 40 tahun.

"Pembangunan ini memang secara besar-besaran. Kami berpikir kalau tidak sebagian besar dibangun, tahun mendatang belum tentu bisa dilanjutkan," kata Khairurrazi.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help