PKA 7

Gemerlap Kerawang Gayo dan Harum Kopi

Mengenakan kemeja putih berhias motif kerawang Gayo, kesukaannya, sepadan dengan kopiah hitam bertengger di kepala

Gemerlap Kerawang Gayo dan Harum Kopi

Mengenakan kemeja putih berhias motif kerawang Gayo, kesukaannya, sepadan dengan kopiah hitam bertengger di kepala. “Ayo sekalian sarapan,” ajak Bupati Aceh Tengah, Drs Shabela Abubakar kepada Fikar W.Eda dari Serambi Indonesia, saat janji bertemu di Pendopo Bupati. Shabela Abubakar, dilantik sebagai Bupati Aceh Tengah bersama Firdaus SKM sebagai Wakil Bupati, pada 28 Desember 2017. Seperti pagi yang lain, udara Tanah Gayo pagi itu sejuk. “Ayo diminum kopinya,” ajak bupati lagi, mengiringi perbincangan kami tentang strategi pembangunan, pengembangan potensi seni budaya dan pariwisata, serta kesiapan daerah itu menyambut Pekan Kebudayaan Aceh 7 (PKA 7) 2018. Berikut petikannya.

Pekan Kebudayaan Aceh atau PKA 7 digelar Agustus ini. Aceh Tengah beberapa kali menyabet gelar juara. Menurut Anda, apa arti PKA 7 ini bagi Aceh Tengah?
Pekan Kebudayaan Aceh sangat penting bagi Aceh Tengah karna dapat memperkenalkan budaya Gayo dan ini menjadi momentum yang sangat bagus untuk Aceh Tengah sendiri.

Apa Langkah-langkah yang sudah diambil Aceh Tengah untuk mempersiapkan PKA7?
Kami sudah melakukan beberapa pertemuan dengan beberapa SKPA, juga untuk kesenian atau budaya yang dapat ditonjolkan saat nanti di PKA 7, sudah dipersiapkan.

Kira-kira kesenian apa yang sudah di persiapkan?
Tari Guel dan Tari Sining, dan untuk Tari Guel, kita sidah coba lebih dari 2 orang penari, dan kali ini kita coba 100 orang.

Seperti apa pembinaan budaya di Aceh Tengah?
Di awal masa pemerintahan kami, karena bertepatan dengan ulang tahun KabupatenAceh Tengah yang ke 441, ita mulai dengan membuat karnaval dengan menonjolkan serba karawang Gayo. Motifkain Gayo kita populerkan kembali. Kita gali kembali. Kita kembali ke budaya kita. Kita ingin tanah Gayo ini tetap gemerlap dengan kerawang Gayo.

Ngomong- ngomong soal karawang Gayo, sekarang sudah berkembang sedemikian rupa. Terutama di tingkat nasional kini karawang Gayo sudah dilirik, apa langkah selanjutnya pemerintah daerah untuk mengembangkan kerajinan karawang Gayo?
Kita sudah melakukan pembinaan, dan kami menetapkanBebesen sebagai kampung kerawang Gayo. Ini juga dalam menyambut kegiatan Gayo Alas Mountain International Festival atau GAMIFest 2018. Di luar Kampung Bebesen, pengrajin kerawang Gayo juga sudah dibina, di beberapa desa lain, seperti Dedalu dan lain-lain.

Di Bebesen ada berapa pengrajin karawang Gayo?
Hampir tiap rumah di Bebesen memproduksi kain motif kerawang Gayo. Tapi kalau tempatpenjualan atau galerinya masih terbatas. Karena itu, desa tersebut kita dorong sebagai kampung kerawang Gayo.

Nanti desain kampung karawang Gayo itu akan seperti apa?
Masyarakat setempat kitadorong untuk intensif mengembangkannya. Saya optimis, kampung kerawang Gayo ini akan sangat maju. Di sana akan tumbuh perekonomiannya. Sangat positif, ada kafe, ada penjual, ada industri kemasan dan lainlain. Ini bakal tumbuh terpadu.

Jadi nanti rumah-rumah penduduk akan diukis karawang Gayo juga
Iya, dan nanti kita akan dirikan gapura bertuliskan kampung karawang Gayo. Rumah-rumahpenduduk kita imbau memberi ornamen motif kerawang Gayo. Akan samgat unik dan khas sekali nanti.

Oh jadi wisatawan bisa langsung tahu kampung karawang Gayo ?
Iya. Orang akan mengenalinya sebagai kampung kerawang Gayo.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help