Tafakur

Mengaku Berbuat Baik

Dalam banyak aktivitas yang dilakukan hamba-hamba di dunia ini terdapat sejumlah makna

Mengaku Berbuat Baik

Oleh: Jarjani Usman

“Dan bila dikatakan kepada mereka: `Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi.’ Mereka menjawab: `Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.’ Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar” (QS. Al Baqarah: 11-12).

Dalam banyak aktivitas yang dilakukan hamba-hamba di dunia ini terdapat sejumlah makna tersembunyi. Ada yang diungkapkan baik, dan memang maknanya baik. Tapi kadangkala dalam perbuatan yang disebut baik, belum tentu demikian makna tersembunyinya. Seperti sebuah acara perayaan kebudayaan besar-besaran, yang kadangkala tidak menyisakan kebaikan apa-apa, kecuali kerugian besar.

Setiap perayaan harusnya menghasilkan perbaikan di muka bumi, baik fisik maupun mental. Diharapkan banyak orang menjadi sadar akan sejarah, belajar dari sejarah, dan muncul komitmen untuk memperbaiki keadaan agar menjadi sejarah yang baik untuk masa depan umat. Namun kadangkala perayaan itu hanya menambah parah hura-hura siang dan malam yang melupakan akan kematian dan ibadah kepada Allah. Perayaan seperti ini tentunya yang membuka kesempatan untuk bermaksiat kepada Allah, termasuk meninggalkan shalat dan merusak alam.

Karena itu, sebagai orang beriman, kita harus merencanakan acara-acara yang bersifat perbaikan dan membuatnya terjadi demikian. Apalagi semua hal yang kita lakukan dalam hidup ini pasti akan diminta pertanggungjawaban di akhirat.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help