PKA 7

Plt Gubernur Minta Pusat Perhatikan Aceh

PELAKSANA Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT berharap pemerintah pusat memberi perhatian serius bagi

Plt Gubernur Minta Pusat Perhatikan Aceh
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali menyerahkan piala bergilir kepada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah pada malam pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke-7 di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya Banda Aceh, Minggu (5/8/2018). SERAMBI/M ANSHAR 

PELAKSANA Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT berharap pemerintah pusat memberi perhatian serius bagi kemajuan Aceh di segala bidang, termasuk perhatian khusus pusat dalam program keberlanjutan perdamaian di Aceh. Hal itu disampaikan Nova dalam sambutannya di hadapan Mendikbud, Prof Dr Muhadjir Effendy sebelum membuka PKA VII di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, tadi malam.

“Ke depan, kami berharap pemerintah pusat terus berkenan memberi perhatian bagi kemajuan Aceh untuk bidang-bidang pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pariwisata, infrastruktur, investasi, syariat Islam, dan program keberlanjutan perdamaian di Aceh,” kata Nova Iriansyah.

Perhatian itu diharapkan Nova Iriansyah, agar keistimewaan Aceh yang selama ini diberikan oleh pemerintah pusat tidak hanya sekadar identitas, tapi haruslah benar-benar nyata melalui pengembangan wilayah serta peningkatan kesejahteraan rakyat di Provinsi Aceh.

Nova memang tak menampik bahwa selama ini perhatian pemerintah pusat terhadap kemajuan Aceh sangatlah besar, terbukti dengan banyaknya program strategis nasional yang dilaksanakan di Aceh. “Termasuk pembangunan jalan tol Sumatera dan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe yang kami harapkan dapat diresmikan dalam waktu dekat. Ke depan kita berharap pusat terus memberi perhatian kepada Aceh,” kata Nova.

Dalam kesempatan itu, Nova atas nama masyarakat Aceh mengucapkan terima kasih kepada Mendikbud, Prof Dr Muhadjir Effendiy yang telah berkenan hadir ke Aceh untuk membuka PKA Ke-7.

Di hadapan Mendikbud, Nova menjelaskan, PKA adalah sebuah momen pergelaran khazanah budaya rakyat yang telah berlangsung di Aceh sejak tahun 1958. Kegiatan PKA, kata Nova, pada prinsipnya diselenggarakan untuk memperkuat rasa persaudaraan sesama rakyat Aceh melalui kegiatan budaya dan syiar agama. “Semua budaya di Aceh umumnya tidak terpisahkan dari tradisi Islam,” kata Nova.

Dia jelaskan, Pemerintah Aceh sangat berkepentingan untuk merawat adat dan budaya yang beragam, sebab semua itu adalah bagian dari identitas bangsa. Namun, langkah itu tidaklah mudah, mengingat derasnya arus globalisasi yang begitu mudah menggoda pola pikir masyarakat.

Jika arus globalisasi ini tidak diantisipasi dengan baik, budaya dan tradisi lokal akan berpotensi dilupakan. “Oleh sebab itu, salah satu program Pemerintah Aceh, yaitu Aceh Meuadab, menekankan adanya upaya penguatan syariat Islam dan pelestarian budaya, sehingga budaya bersyariat tetap menjadi identitas masyarakat Aceh,” katanya.

Pelaksanaan PKA kali ini, sambung Nova, adalah bagian dari Program Aceh Meuadab yang dicanangkan Irwandi-Nova. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah kabupaten/kota dan semua lembaga adat yang ada di Aceh. Di samping itu ada pula peserta dari luar negeri sebagai undangan khusus untuk memperluas wawasan masyarakat lokal tentang budaya daerah.

“Kami berharap PKA kali ini lebih meriah dibanding kegiatan sebelumnya, sehingga semangat menghargai budaya, menghormati perbedaan, mendukung keberagaman dan melestarikan kearifan lokal menjadi spirit bagi masyarakat di provinsi Aceh ini,” pungkas Nova.

Aceh pertama kali melaksanakan PKA pada tahun 1958. Dengan demikian, PKA VII ini dilaksanakan persis pada tahun ke-60 usia PKA. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved