Jalan Tol Aceh Tetap Lanjut

Pelaksanaan proyek jalan tol Aceh ruas Sigli-Banda Aceh sepanjang 74,2 Kilometer dipastikan tetap

Jalan Tol Aceh Tetap Lanjut

* Meski belum Ground Breaking

BANDA ACEH - Pelaksanaan proyek jalan tol Aceh ruas Sigli-Banda Aceh sepanjang 74,2 Kilometer dipastikan tetap berlanjut. Meskipun hingga Minggu (5/8) ground breaking atau pemancangan tiang pertama belum dilakukan, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama PT Hutama Karya selaku kontraktor berkomitmen untuk mengerjakan pembangunan tol tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala BPJT, Heri TZ dalam pertemuan dengan Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, Kepala BPJN I Aceh, Ahmad Subki, Kepala Divisi Tol PT Hutama Karya, Fajar Wanto, serta pejabat terkait lainnya di sebuah kafe di Aceh Besar, Sabtu (4/8). “Kehadiran saya ke Aceh untuk menyampaikan hal ini kepada Bupati Aceh Besar,” ujarnya.

Kepada Bupati, Heri juga memastikan bahwa tanah masyarakat 9 kecamatan di Aceh Besar dan satu kecamatan di Pidie, yang terkena jalur ruas jalan tol Sigli-Banda Aceh akan dibayarkan tahun 2018. “Bupati Aceh Besar dan masyarakat tidak perlu khawatir, karena tanahnya akan dibayarkan tahun ini,” jelasnya.

Untuk diketahui, BPJT bersama PT Hutama Karya selaku kontraktor telah menandatangani kontrak kerja pembangunan jalan Tol Aceh pada akhir Juli lalu. Namun karena pembebasan tanah belum tuntas, PT Hutama Karya belum berani membangun jalan Tol Aceh ruas Sigli-Banda Aceh tersebut.

Untuk membayar ganti rugi tanah masyarakat itu, lanjut Heri, pihaknya sudah menugaskan Satker PPK Pengadaan Tanah I dan II Jalan Tol Aceh untuk berkoordinasi dengan pihak BPN, guna bermusyawarah dengan masyarakat. “Bagi masyarakat yang tanahnya sudah dinilai oleh konsultan independen penilai harga tanah, selanjutnya bisa mengusulkan pembayarannya ke pusat,” tambah Heri.

Menanggapi penjelasan pihak BPJT terkait jalan tol Aceh, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali mengungkapkan bahwa ada keraguan di masyarakat terkait pembayaran ganti rugi tanah mereka. Pasalnya, waktu pembayaran yang pernah dijanjikan pada Mei lalu sudah lewat, dan kini malah dijanjikan lagi akan dibayar pada September mendatang.

“Masyarakat mulai ragu, apakah tanahnya yang sudah diukur, bahkan ada yang sudah dinilai harganya itu akan segera dibayar,” kata Mawardi. Untuk itu pihaknya berharap BPJT dan pihak terkait serius mengganti rugi tanah masyarakat yang terkena proyek tol tersebut. Pemkab Aceh Besar menyatakan siap mengikuti musyawarah yang akan digelar Satker Pengadaan Tanah Jalan Tol Aceh dan BPN.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved