Jumlah Bacaleg DPRK Abdya Berkurang 24 Orang

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat Daya (Abdya) menetapkan jumlah daftar bakal calon legislatif

Jumlah Bacaleg DPRK Abdya Berkurang 24 Orang
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Sekitar 374 bakal calon legisllatif (bacaleg) DPRK Abdya dari 17 parpol, mengikuti uji baca Alquran yang dilaksanakan KIP setempat selama dua hari, berakhir Rabu (25/7/2018) sore. 

BLANGPIDIE - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat Daya (Abdya) menetapkan jumlah daftar bakal calon legislatif sementara (DCS) DPRK Abdya sebanyak 350 orang atau berkurang 24 orang dari angka sebelumnya yang mencapai 374 orang. Jumlah ini merupakan bacaleg yang berasal dari 17 parpol yang mendaftar.

Penyebab berkurang jumlah bacaleg, lantaran ketua parpol tidak memperbaiki berkas 24 bacaleg tersebut, sehingga tidak masuk DCS.

Anggota Divisi Teknis Pemilu KIP Abdya, Yudi Nirmansyah SPd saat dihubungi Serambi membenarkan bahwa terjadi pengurangan bacaleg DPRK Abdya. Pengurangan itu, katanya, karena pada masa pengajuan bacaleg, beberapa Parpol berkasnya berstatus belum memenuhi syarat (BMS).

“Pada masa perbaikan, sejak 22 hingga 31 Juli 2018, beberapa partai tidak melakukan perbaikan berkas, maka bacalegnya gugur dan tidak masuk dalam DCS,” ujar anggota Divisi Teknis Pemilu KIP Abdya, Yudi Nirmansyah SPd yang didampingi Kasubag Teknis Pemilu dan Hupmas KIP Abdya, Agus Mudaksir SH.

Menurutnya, dari beberapa partai tersebut, hanya PDIP yang tidak mengajukan pengganti dan melengkapi berkas bacalegnya. Sehingga, lima bacaleg yang diajukan itu, tidak masuk DCS dan PDIP tidak mengusung bacalegnya pada Pileg 2019 mendatang.

“Kalau partai lain dari 25 yang diusulkan, ada satu, dua, bahkan ada sembilan bacaleg yang gugur. SIRA mengajukan 23 orang, hanya melengkapi 14 orang,” sebutnya. Adapun rincian parpol yang bacaleg DPRK berkurang, yakni Partai Gerindra (1 orang), PDIP (5 orang), Partai NasDem (1 orang), PKS (2 orang), PPP (4 orang), PSI (2 orang), dan Partai SIRA (9 orang).(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help