8 Kasus Hewan Melintas di Landasan Pacu Bandara, Buat Penerbangan Delay sampai Berjam-jam

Seekor aligator melintasi landasan pacu Orlando International Airport untuk menuju sebuah kolam awal tahun ini.

8 Kasus Hewan Melintas di Landasan Pacu Bandara, Buat Penerbangan Delay sampai Berjam-jam
Pesawat milik maskapai Middle East Airport terlihat di bandara internasional Beirut Rafic Hariri, Lebanon, pada April 2014.(AFP / PATRICK BAZ) 

Kelinci pertama kali diketahui telah tidak sengaja merusak sistem radar di bandara Italia pada Juni 2007.

Ternyata, kelinci liar juga suka berkeliaran ke lapangan terbang sejak itu.

7. Rubah

Di Manchester Airport, Inggris petugas satwa liar harus siap untuk berjaga-jaga agar rubah liar menjauh dari landasan pacu.

Pada 2012, seekor rubah hampir-hampir tertabrak pesawat kargo Boeing 757 setelah berlari ke landasan pacu saat pesawat meluncur.

Sementara awal tahun ini, satu rubah juga terlihat melesat di landasan sebelum akhirnya dikejar oleh pihak keamanan - yang menyebabkan operasional bandara berhenti sejenak.

Baca: Pangdam IM Sampaikan Pesan Persatuan untuk Masyarakat Aceh Selatan

8. Kanguru

Dan di bandara-bandara terpencil di Australia, menjauhkan kanguru dari landasan pacu adalah tugas yang cukup sulit.

Belum lama ini, sebuah penerbangan yang membawa hampir tiga lusin penumpang harus dibatalkan setelah menabrak seekor kanguru liar.

Padahal, pesawat itu tengah bersiap-siap untuk lepas landas di bandara Mildura di Australia bagian tenggara.

Pesawat Rex Airlines saat itu berada di tahap awal lepas landas, di negara bagian Victoria, ketika tabrakan dengan kanguru ini terjadi dalam keadaan gelap.

Seorang juru bicara untuk maskapai penerbangan regional yang berbasis di New Mascot, New South Wales ini mengatakan, kanguru itu tertabrak oleh baling-baling kanan pesawat. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul : Bisa Bikin Delay, Ini 8 Peristiwa Binatang Liar Melintas di Landasan Pacu Bandara

Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari

Editor: Arif Setyabudi Santoso

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help